Penyakit Newcastle Disease atau tetelo telah menjadi bagian penting dalam sejarah industri perunggasan dunia selama hampir satu abad. PT Ceva Animal Health menggelar special meeting The Guards of a Century dengan tema “100 Years with Newcastle Disease”. Acara ini diselenggarakan di Novotel, Bogor, Jawa Barat pada 10-12 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari 15 negara dan menjadi forum ilmiah yang mempertemukan pakar, praktisi, serta pemangku kepentingan industri perunggasan dari berbagai wilayah. Pada hari pertama, dibuka dengan welcome dinner dengan para pembicara dan peserta yang hadir, pada hari berikutnya terdapat berbagai seminar dan dilakukan kunjungan ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner, dan pada hari terakhir dilakukan seminar lanjutan mengenai solusi mengatasi Newcastle Disease.
Suasana peringatan 100 tahun ND ini, dirancang tidak hanya informatif, tetapi juga reflektif. Koridor foto yang menampilkan dokumentasi hingga visual modern mengajak peserta menelusuri perjalanan panjang penyakit ini, mulai dari gambaran klinis, proses produksi vaksin, hingga kontribusi manusia di baliknya. Sebuah papan tanda tangan turut dihadirkan sebagai simbol komitmen bersama, bukan hanya untuk menghormati dedikasi 100 tahun, tetapi juga sebagai janji untuk menjaga keberlanjutan industri kesehatan hewan di masa mendatang.
Dalam sambutan pembukaannya, Christophe Cazaban selaku Poultry Scientific Director Ceva Sante Animale, menekankan bahwa perjalanan 100 tahun melawan Penyakit Newcastle bukan sekadar kisah tentang virus dan vaksin. Seratus tahun setelah pertama kali dilaporkan, Newcastle Disease tetap relevan sebagai tantangan strategis industri perunggasan global. “Evolusi virus yang berkelanjutan menuntut peningkatan kapasitas diagnostik, pengembangan vaksin yang adaptif, serta implementasi biosekuriti yang konsisten”, ujar Christophe.
Perjalanan ND bukan sekadar sejarah penyakit, tetapi juga cerminan kemajuan ilmu pengetahuan veteriner dan komitmen industri dalam menjaga ketahanan produksi unggas dunia. Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menjelaskan perjalanan ND di Indonesia sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1926. Ia mengulas proses awal identifikasi penyakit, pengembangan vaksin generasi awal, hingga tahapan karakterisasi virus.
“Hari ini saya tidak hanya akan membahas sejarah ND saja, tetapi juga situasi terkini penyakit tersebut di Indonesia. ND di Indonesia termasuk penyakit hewan yang wajib dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui sistem surveilans nasional. Dari sisi industri vaksin, Indonesia memiliki kapasitas produksi vaksin domestik yang kuat. Terdapat beberapa produsen nasional dengan total kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ucapnya.
Sementara itu, Ian Brown, pimpinan Avian Virology Group di Pirbright Institute, Prof. Ian Brown menyoroti perjalanan panjang riset ND, mulai dari penemuan awal hingga perkembangan teknologi diagnostik dan pengendalian modern yang menjadi fondasi industri saat ini. Ia memaparkan kemunculan penyakit ND di Newcastle-upon-Tyne, Inggris Timur Laut pada tahun yang sama, yaitu 1926. Karena awal penelitian penyakit ini banyak dilakukan setelah baru ditemukan di Newcastle, sehingga namanya lebih dikenal sebagai “Newcastle disease”.
“Saat itu, diagnosis klinis masih sulit menentukan penyebab suatu penyakit. Doyle, peneliti awal ND, menemukan bahwa kasus ini muncul di dekat Newcastle, yang merupakan pusat perdagangan dengan banyak impor unggas dari berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara. Dari situ, baru muncul teori bahwa virus ini mungkin berasal dari Asia,” jelas Ian.
Ia juga menyoroti kontribusi riset panjang di Weybridge yang telah memperkaya pemahaman ilmiah global tentang ND serta menjadi dasar berbagai pendekatan pengendalian secara modern yang dilakukan saat ini.
Masih dalam kegiatan yang sama, Kiril Dimitrov, Associate Director Texas A&M Veterinary Medical Diagnostic Laboratory, yang menjelaskan kompleksitas klasifikasi virus ND di masa lalu dan proses menuju sistem terintegrasi pengendalian penyakit yang kini diterima secara internasional. Standarisasi klasifikasi tersebut dinilai sangat penting karena memudahkan studi evolusi dan epidemiologi virus serta memungkinkan perbandingan hasil penelitian dari berbagai negara.
Kunjungan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner sebagai unit pelaksana teknis di bawah Badan Standardisasi Instrumen Pertanian memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui perakitan teknologi veteriner, modernisasi, pengujian, serta peningkatan kapasitas infrastruktur laboratorium untuk pengendalian penyakit hewan strategis, termasuk penyakit unggas.
Para peserta konferensi mengunjungi Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner untuk melihat secara langsung fasilitas dan kegiatan yang dilakukan. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan mitra strategis seperti PT Ceva Animal Health Indonesia.
Satu abad telah berlalu sejak ND pertama kali tercatat di Jawa. Tantangan memang belum berakhir, namun dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama, masa depan pengendalian Newcastle Disease tampak semakin terarah. Momentum ini menjadi refleksi bahwa pengendalian penyakit unggas memerlukan pendekatan berbasis sains, teknologi modern, serta jejaring kerja yang solid antara pemerintah dan industri.
TESTIMONI
KOMANG
Saya sangat mengapresiasi komitmen Ceva dalam menghadirkan teknologi dan riset, termasuk kolaborasi dengan universitas di Eropa. Tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memproduksi vaksin dengan dukungan data ilmiah kuat. Dalam acara ini, pembahasan Newcastle Disease (ND) disampaikan dari sisi scientific dan historis, sehingga membuka wawasan para dokter hewan. Ia berharap kegiatan ilmiah seperti ini terus berlanjut, mencakup penyakit lain, serta memperkuat kolaborasi riset di Indonesia agar memberi manfaat nyata bagi generasi muda veteriner.
EVAN – PT Patriot Intan Abadi (PIA)
Saya menilai kegiatan ini relevan dengan kondisi di lapangan. Karena virus merupakan bagian dari proses alami dan tidak akan pernah benar-benar hilang. Kepadatan populasi ayam yang tinggi justru menciptakan ruang bagi virus untuk bermutasi dan menjadi lebih virulen. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara manajemen populasi dan pengendalian penyakit.
Secara keseluruhan, acara ini sudah berjalan baik dan relevan dengan kebutuhan industri perunggasan. Tema ND dinilai sangat relevan karena penyakit ini masih menjadi ancaman utama di industri perunggasan dan berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak dikendalikan. Kewaspadaan terhadap ND harus terus dijaga.










