Unggas yang terpapar flouride akan memberikan pengaruh kepada konsumen
POULTRYINDONESIA, Jakarta –  Kandungan fluorida (fluoride) yang cukup besar ditemukan dalam tubuh unggas di kawasan Rift Valley, Benua Afrika. Unggas yang terpapar fluorida ini dianggap menjadi ancaman bagi manusia karena berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Unggas yang terpapar fluorida dalam jumlah besar tentu akan berpengaruh pada kondisi konsumen, baik secara langsung maupun tidak. Oleh karenanya pihak otoritas di tempat terjadinya kasus ini haruslah bergerak cepat dalam melakukan penanganan. Namun, mengapa zat yang sebetulnya biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ini justru menjadi perhatian serius para peneliti?
Media yang menyajikan ulasan kesehatan, Medical News Today, menerangkan bahwa fluorida dapat ditemukan secara alami di tanah, air dan juga bahan-bahan pangan. Fluorida juga diproduksi sebagai komponen yang dipakai di produk air minum kemasan, pasta gigi, obat kumur dan berbagai produk berbahan kimia. Fluorida lekat dengan kehidupan manusia sehari-hari dan memiliki kelebihan serta kerugian dalam penerapannya. Oleh karena itulah terdapat pihak-pihak yang mendukung, ada pula yang menentang penggunaan fluorida.
Tabel pro-kontra penggunaan fluorida
Pernyataan pro-fluorida
Pernyataan kontra-fluorida
·      Sejak 2000-2004, 125 komunitas di 36 negara bagian AS mendukung fluoridation (penggunaan fluorida pada air minum)
·      Dalam kadar yang tepat, fluorida dapat membantu mencegah kerusakan gigi
·      Fluorida tak ubahnya sebagai tambahan vitamin dalam makanan
·      Menggunakan fluorida dalam air dapat melindungi gigi dan mengurangi biaya yang digunakan untuk pengobatan
·      Lebih dari 100 organisasi internasional mengakui keuntungan penggunaan fluorida
·      Penggunaan fluorida berlebih akan mengakibatkan perubahan warna pada gigi dan masalah tulang
·      Kadar fluorida alami pada air dirasa cukup dan tidak perlu ada lagi fluoridation
·      Orang-orang memiliki kebutuhan jumlah yang berbeda terhadap penggunaan fluorida
·      Fluorida dianggap berbahaya bagi lingkungan
·      Fluorida adalah neurotoksin yang jika kelebihan dosis akan sangat berbahaya
Sumber: Medical News Today
Alumnus WHO Collaborating Centre for Oral Health Care Planning and Future Scenarios, College of Dental Science Universitas Nijmegen, drg. Dhanni Gustiana, memberi tanggapannya terhadap penggunaan fluorida dalam kehidupan seari-hari. Menurutnya, fluorida aman digunakan asal dengan kadar yang wajar. “Misalnya dalam hal memilih pasta gigi, sangat penting untuk memerhatikan kandungan fluorida dan masa kedaluwarsa dibandingkan dengan rasa dan aroma yang ditawarkan,” ujarnya, dilansir dari Detik Health.
Baca Juga : Peneliti Temukan Unggas di Rift Valley Afrika Terpapar Fluorida
Beberapa pihak lain juga sepakat bahwa yang menjadi masalah dalam pembahasan fluorida ini adalah terkait kadarnya dalam air dan makanan yang dikonsumsi makhluk hidup. Semakin besar kadar yang terkandung, maka semakin besar pula potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami. Meski sebetulnya makhluk hidup membutuhkan fluorida, tetapi ada batasan kadar yang harus diperhatikan—yang jika terjadi overdosis akan menimbulkan beragai masalah.
Masalah kadar fluorida inilah yang kini harus segera diselesaikan oleh pemerintah wilayah Nakuru. Sebagaimana diketahui, daging dan telur unggas merupakan produk peternakan yang murah dan mudah didapat. Produk ini pula yang menjadi andalan masyarkat dalam memenuhi kebutuhan protein harian. Jika tidak segera ditangani, maka masalah kesehatan masyarakat dan perlambatan ekonomi di sektor perunggasan adalah sepasang mimpi buruk yang bisa berubah menjadi kenyataan.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Peneliti Temukan Unggas di Rift Valley Afrika Terpapar Fluorida”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153