Suara kokok ayam saling beradu satu sama lain membuat suasana dalam Gedung Kesenian Aryo, Blitar pada, Sabtu (19/6) semakin semarak. Ayam – ayam jenis Onagadori juga sudah bertengger diatas singgasana, bersiap memamerkan keelokan dari panjang bulunya yang terurai sampai ke lantai. Sementara ayam- ayam hias dengan berbagai jenis juga sudah bersiap di kandang masing- masing, bersiap untuk dinilai oleh para juri
Eksotisme ayam hias memang tidak pernah ada habisnya. Tak hanya di Ibukota, banyak di daerah lain yang juga sangat mengagumi keindahan ayam hias dan dituangkan dalam sebuah kontes, tak terkecuali untuk komunitas yang berada di Jawa Timur.
Kontes Nasional Ayam Hias, Piala Walikota Blitar
Tiga puluh menit berselang, rombongan Walikota Blitar, sudah memasuki ruangan kontes, dan siap untuk membuka acara kontes. Menurut Drs. H. Santoso, M.Pd, selaku Walikota Blitar, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kontes ini dilaksanakan dalam Bulan Juni, yang terkenal dengan Bulan Bung Karno. Karena di bulan ini Bung Karno dilahirkan, dan pada bulan ini pula Bung Karno wafat.
“Saya berharap agar kontes ayam hias ini bisa menjadi sejarah, bahwa dilaksanakan pertama kalinya di Blitar, dan saya juga berharap kontes ini bisa dilakukan secara rutin setiap tahun, saya juga mengucapkan terima kasih pada para sponsor, khususnya PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI), atas terselenggaranya acara kontes ini,” terangnya.
Selanjutnya menurut Benyamin Limi, Regional Head CPI East Java Area pada sambutannya berharap agar ke depan Kota Blitar bisa menjadi primadona ayam hias secara nasional.
” Blitar sudah lama memiliki ikon ikan koi,dan semoga ayam hias bisa menjadi ikon baru kota Blitar kedepan,” harapnya.
Ia juga menyatakan bahwa pihak CPI siap untuk mendukung untuk seminar teknis, baik tentang pakan maupun vitamin untuk ayam hias di Indonesia, Jawa Timur dan khususnya Blitar.
Sementara itu menurut Ketua Panitia Pelaksana Kontes kali ini, Eko Heri Widayat mengungkapkan bahwa acara ini adalah untuk memeriahkan bulan Bung Karno, sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi komunitas pecinta ayam hias, sarana edukasi, sosialisasi dan menampung aspirasi.
“Dengan tujuan untuk mendongkrak para pelaku usaha, dan pecinta ayam hias. Sebab, ayam hias adalah peluang emas perbaikan ekonomi di Indonesia, khususnya di Blitar,” terangnya.
Menurut Eko, kontes kali ini diikuti oleh 270 peserta,yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti regional Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Timur dan beberapa regional yang lain.
“Kami berharap acara ini bisa diagendakan tahunan, sehingga bisa menumbuhkan semangat bagi pelaku usaha dan pecinta ayam hias semakin besar lagi,” katanya.
Terdapat 26 kategori yang dilombakan pada kontes ini. Mulai dari Brahma Jantan Betina, Bantam Cochin Jantan betina, Yokohama, Onagadori, Barbu, Modern Game Bantam dan lain lain.
Sementara itu Bima Aqila, Ketua Asosiasi Ayam Hias (APAH) yang hadir pada acara ini mengungkapkan bahwa kontes ayam hias dari anemo yang sangat besar dari peserta kontes dapat dilihat bahwa para peternak maupun penghobi ayam hias semakin meningkat.
“Semakin meningkatnya penghobi maka akan meningkatkan perekonomian di peternakan, dan banyak yang menggantungkan dari usaha ini ayam hias ini, dan ternyata sukses sampai saat ini,” tegasnya.
Bima mengakui bahwa peluang bisnis ayam hias cukup besar ,mulai dari penjualan telur, anak ayam, indukan bahkan jasa pemeliharaan ayam, jasa ini khusus bagi yang mempunyai hobi ayam hias dan modal, tapi tidak mempunyai waktu untuk memelihara.
“Dari sini bisa dapat dilihat bahwa pertumbuhan penghobi ayam hias bisa membuka lapangan kerja tersendiri. Baik dari berjualan ayam, maupun berjualan pakan dan obat-obatannya,” terangnya.
Komentar Peserta Kontes
Menurut Fenny selaku penghobi ayam hias dari Bandung, kontes yang berlangsung di Blitar adalah kontes yang termewah dari kontes – kontes serupa sebelumnya dan diikuti oleh peserta yang lebih banyak.
“Saya berharap kedepan agar lebih terorganisir, agar kategori yang dikonteskan lebih banyak lagi.Sebab, ada ayam yang dibawa, karena tidak ada kategori, maka tidak bisa ikut kontes,” kritiknya.
Fenny mengaku awal mula dari kecintaan pada ayam hias karena adanya pandemi Covid-19. Karena pembatasan kegiatan di luar rumah akibat PPKM, sehingga ia banyak menghasbiskan waktunya di rumah, kemudian memelihara beberapa ayam hias. Seiring berjalannya waktu ia mencoba untuk mendaftarkan ayamnya kontes di Bandung, dan ternyata berhasil meraih kemenangan. Kemenangan inilah yang membuatnya terus menrus menekuni kontes Ayam. Sekarang ia memelihara sekitar 5-6 jenis ayam hias, dengan populasi masih dibawah 1.000 ekor.
Selanjutnya menurut Sarwono, penghobi asal Banjarnegara, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa kontes ini sangat membantu pecinta ayam hias juga peternak, sekaligus sebagai sarana berbagi info peternakan ayam hias.
“Yang biasanya hanya bertemu via media sosial facebook, sekarang bisa bertemu secara langsung. Biasanya kita di komunitas Kompas, Komunitas Pecinta Ayam Hias Ngapak,” terangnya.
Dalam kesempatan kali ini ia membawa dua jenis ayam hias. Menurut Sarwono memelihara ayam hias itu lebih ekonomis. Sebab, pakan untuk ayam hias lebih sedikit bila dibandingkan dengan ayam kampung biasa.
Masih dalam acara yang sama, menurut Yulianto penghobi ayam hias dari Magelang, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa penjurian dan panitia pada kontes ini cukup bagus, semua panitia bekerja keras.
“Ayam hias yang ikut juga bagus-bagus, semoga melalui kontes ini bisa mengangkat perunggasan hias seluruh Indonesia, dan semoga dengan adanya acara ini perunggasan bisa terangkat,” tegasnya.
Ia menceritakan bahwa penghasilan dari beternak ayam hias itu cukup lumayan. Ayam hias jenis sultan saja sepasang bisa dihargai sekitar Rp.6-7 juta, kemudian american silky sepasang yang bagus bisa dihargai sekitar Rp. 7-10 juta,
“Kalau peternak lama, semestinya sudah tahu penghasilannya dari ayam hias yang cukup besar, dimana rata -rata peternak berawal dari hobi. Sebab, kalau hobi ditekuni akan mendapat hoki, akhirnya mendapatkan cuan atau pemasukan dari ayam hias,” terangnya.
Ia menyarankan bagi orang awam yang ingin mengawali beternak ayam hias, sebaiknya mengawali dari ayam hias jenis polland. Sebab,ayam jenis polland sudah lama ada di Indonesia, sekitar sekitar 50 tahun, dan masih eksis sampai sekarang.
Menyukai ini:
Suka Memuat...