POULTRYINDONESIA, Jakarta – Budi daya broiler merupakan usaha yang memerlukan ketelitian, perhatian dan ketepatan manajemen dalam setiap prosesnya. Demi menghasilkan performa produksi yang optimal, maka banyak hal yang harus diperhatikan oleh peternak, mulai dari manajemen perkandangan, pakan, kesehatan dan masih banyak lainnya.
Hal itu dipaparkan oleh COO & Co-Founder BroilerX Pramudya Rizki Ruandhito dalam Farmsco Indonesia E-Learning #34 bertajuk “Bisnis Ayam Broiler untuk Pemula” yang dilaksanakan secara daring, Selasa (31/10). Menurutnya, terkadang peternak pemula dibingungkan dengan berbagai istilah dan standar dalam pemeliharaan ayam broiler.
“Untung di broiler ini sudah ada patokan standar jelas, yang dikeluarkan oleh perusahaan genetik sesuai dengan strainnya. Jadi peternak harus tahu strain ayam dipelihara dan berusaha mencapai target sesuai standar yang ada. Bagaimanapun budi daya ayam ini harus mempunyai tujuan dan standar, sehingga nantinya kita tahu apakah ayam yang kita pelihara sudah maksimal atau belum. Dengan begitu kita bisa melakukan evaluasi agar usaha kita bisa lebih baik,” jelas Pramudya.
Baca juga : Jalin Kerja Sama Eksklusif, BroilerX dan WMU Impor GPS Broiler
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan berbagai peralatan kandang beserta pengaplikasiannya yang mungkin masih menjadi pertanyaan bagi para peternak pemula, seperti feeding system, drinking system, ventilation system, brooding system, serta energy and light system. Selain ini, Pramudya juga menyinggung terkait jenis perkandangan, dimana ada berbagai jenis kandang broiler mulai dari open house, semi closed house hingga closed house.
“Namun demikian, inti dari semuanya adalah bagaimana menciptakan kondisi yang nyaman untuk broiler, agar potensi genetik yang ada bisa keluar secara optimal. Terutama kondisi lingkungan di dalam kandang. Untuk itu terdapat beberapa indikator yang perlu diperhatikan, yaitu temperature relative, kelembapan relatif, kecepatan angin dan temperatur efektif,” tambahnya.
Dimana, menurutnya temperature relative merupakan nilai yang terbaca pada termometer, bukan kondisi sebenarnya yang dirasakan oleh ternak. Kemudian kelembapan relative adalah perbandingan jumlah uap air di udara dengan jumlah uap air maksimum yang bisa dikandung oleh udara pada suhu yang sama.
“Selain itu, kecepatan angin merupakan variabel kontrol untuk mendapatkan chill effect (sensasi dingin), maupun sirkulasi udara pada sistem closed house. Dan adapun temperatur efektif adalah temperatur yang benar-benar dirasakan oleh ayam,” pungkasnya.