POULTRYINDONESIA, Cimahi – Pameran ayam hias Shamo Expo yang ke -3, sukses digelar dengan mendatangkan ratusan peserta. Acara yang terselenggara di area Pusdikjas Cimahi, Jawa Barat pada Minggu, (9/7) memperebutkan piala Gubernur Jawa Barat di berbagai kategori. Tidak hanya Ayam Shamo, pada acara tersebut juga terdapat kontes ayam ketawa serta ayam pelung.
Menurut Ketua Shamo Expo, Andri Irwansyah pihaknya mengaku bangga dengan antusiasme para peternak yang ikut meramaikan acara kontes. Walaupun komunitas Shamo itu baru berjalan 3 tahun, tetapi ia mengapresiasi antusiasme dari rekan sesama komunitas, baik dari komunitas shamo sendiri maupun dari komunitas ayam hias lainnya.
“Awalnya Shamo Expo itu merupakan event untuk bertemu antar komunitas ayam hias, melihat minat para peternak yang tergabung di komunitas Shamo cukup tinggi, maka hadirlah pameran Shamo yang saat ini sudah mencapai pameran yang ke-3,” ungkap Andri.
Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. Menurutnya, pihak Pemkot Cimahi sangat mengapresiasi acara tersebut karena dari massa yang hadir untuk mengikuti acara ini datang tidak hanya dari wilayah Cimahi saja, sehingga ajang ini menjadi sebuah kesempatan untuk mempromosikan Kota Cimahi.
“Dengan adanya kontes ayam hias di Cimahi, maka akan banyak masyarakat yang datang sehingga nantinya akan lebih banyak lagi masyarakat yang mengenal Cimahi. Kedua, ketika saya meninjau ayam tersebut, ini bisa menjadi potensi yang besar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama untuk masyarakat di pedesaan,” jelas Dikdik.
Masih dalam acara yang sama, menurut Siti Rochani selaku Kabid Peternakan DKPP Jawa Barat menjelaskan bahwa acara Shamo Expo tersebut harapannya bisa menjadi penggagas untuk kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, stakeholder dan juga media untuk bisa selaras dalam pengembangan peternakan di Jawa Barat khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Genetik (SDG) lokal.
“Kami selaku pembina dari Pemprov Jabar juga berpesan kepada para peternak ayam hias dalam memelihara ayam tersebut tetap berpedoman kepada good breeding practice juga good farming practice. Sehingga kualitas bibit yang dihasilkan para peternak merupakan bibit dengan kualitas terbaik,” pungkas Siti.