Membangun generasi muda yang siap membawa perubahan positif di dunia agribisnis menjadi fokus utama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI). Melalui program Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) yang kini memasuki Batch ke-6, CPI tidak hanya memberi dukungan finansial, tetapi juga pengalaman akademis, praktis, hingga internasional. Tahun ini, rangkaian CPBSA hadir lebih komprehensif dengan tema besar “Shaping Future Young Leaders Ready to Bring Positive Change to the World of Agribusiness.”

Program CPBSA Batch 6 dimulai pada Mei–Juni 2025 dengan pendaftaran secara online. Antusiasme mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia begitu terasa. Mereka kemudian melewati tahap seleksi ketat berupa psikotes, wawancara, dan Leadership Group Discussion (LGD) yang digelar pada 18–26 Juni 2025. Dari proses ini, hanya kandidat terbaik yang berhasil melaju.

Pengumuman peserta terpilih dilakukan pada akhir Juni 2025. Seleksi CPBSA tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, komunikasi, dan semangat untuk belajar. Dari proses seleksi ini terpilih 21 Mahasiswa dari 15 Universitas di Indonesia.

Peserta kemudian mengikuti Workshop dan Pembekalan di Jakarta pada 14 Juli 2025. Acara ini menjadi titik awal pembentukan karakter dan pengetahuan sebelum mereka diterjunkan langsung ke lapangan. Sejak 15 Juli hingga 2 September 2025, para mahasiswa terpilih menempati unit-unit bisnis Charoen Pokhand Indonesia di berbagai daerah. Selama hampir dua bulan, mereka belajar langsung mengenai manajemen modern industri perunggasan, mulai dari breeding, pakan, kesehatan hewan, hingga rantai distribusi.

Acara Silaturahmi: Inspirasi dan Apresiasi

Puncak kegiatan berlangsung pada 4 September 2025 melalui Acara Silaturahmi CPBSA Batch 6 di Jakarta. Mengangkat tema besar “Shaping Future Young Leaders Ready to Bring Positive Change to the World of Agribusiness,” acara ini menjadi ajang refleksi, inspirasi, dan apresiasi.

Dalam sambutannya, Dr. (HC) Tjiu Thomas Effendy, S.E., MBA, selaku Presiden Direktur CPI, menyampaikan pesan kuat kepada para mahasiswa. “Untuk sampai di titik ini bukanlah hal mudah. Kalian telah melalui seleksi panjang, dan kini menjadi bagian dari keluarga besar CPBSA. Kami berharap adik-adik tidak sekadar menjadi penonton di negeri sendiri, tetapi menjadi penggerak perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Ir. Dwi Larso, MSIE, PhD, Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, hadir memberikan keynote speech. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan industri. “Beasiswa CPBSA ini membuktikan bagaimana dunia usaha bisa menjadi mitra pendidikan. Mahasiswa yang ikut serta mendapatkan lebih dari sekadar beasiswa mereka mendapatkan pengalaman, wawasan, dan jejaring yang tidak ternilai,” katanya.

Acara silaturahmi juga diwarnai dengan presentasi mahasiswa CPBSA Batch 6, yang membagikan pengalaman magang mereka. Mereka bercerita tentang tantangan di lapangan, ide inovasi, hingga refleksi pribadi selama menjadi bagian dari program. Puncak acara ditandai dengan penyerahan plakat dan sertifikat kepada universitas mitra serta mahasiswa berprestasi, sebagai simbol apresiasi dan motivasi untuk terus berkembang.

Poultry Excursion ke China

Selepas acara silaturahmi, rangkaian CPBSA Batch 6 dilanjutkan dengan agenda yang paling dinantikan: Poultry Excursion ke China pada 5–12 September 2025. Perjalanan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari pusat perunggasan dunia, sekaligus mengenal budaya China yang kaya sejarah.

Hari pertama dimulai dengan kunjungan ke Summer Palace, istana musim panas megah yang dulunya menjadi tempat peristirahatan kaisar. Peserta juga diajak melihat Forbidden City, kompleks istana kekaisaran terbesar di dunia yang kini menjadi museum sejarah dan budaya. Di malam hari, suasana kota Beijing semakin hidup ketika peserta menyusuri Wangfujing Street, pusat kuliner dan belanja yang populer.

Hari kedua penuh petualangan dengan pendakian ke Great Wall di Juyongguan, salah satu bagian tembok raksasa yang paling terkenal dan megah. Dari sana, rombongan melanjutkan ke Bao Shu Tang, pusat pengobatan tradisional China, sebelum menutup hari dengan pertunjukan akrobatik yang memukau di Beijing dan melihat keanggunan stadion nasional Bird’s Nest, ikon Olimpiade 2008.

Hari ketiga menjadi momen penting dengan kunjungan ke Beijing CP Egg Industry Pinggu, salah satu pusat industri unggas modern di China. Di sini, peserta belajar mengenai manajemen produksi telur skala besar, teknologi kandang, dan rantai distribusi. Setelah itu, rombongan mengunjungi Shilinxia Scenic Area, terkenal dengan UFO Glass Bridge yang menantang adrenalin sekaligus menyajikan pemandangan spektakuler.

Hari keempat, peserta berkunjung ke China Agricultural University, universitas terkemuka yang berfokus pada riset pertanian dan peternakan. Diskusi dengan akademisi setempat membuka wawasan baru mengenai perkembangan ilmu peternakan global. Dari Beijing, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Nanjing menggunakan bullet train, pengalaman unik dengan kecepatan transportasi modern China.

Di Nanjing, hari kelima diisi dengan kunjungan ke VIV Select China 2025, pameran internasional besar yang menampilkan inovasi industri peternakan global. Peserta melihat langsung tren terbaru di bidang teknologi pakan, kesehatan hewan, dan rantai pasok modern. Setelah itu, mereka menyempatkan diri menjelajahi Fuzzimao Nanjing Shopping Street, kawasan belanja yang ramai dan penuh warna.

Hari keenam ditutup dengan kunjungan bernuansa spiritual dan budaya ke Jingjue Mosque, salah satu masjid bersejarah di China, dan menikmati ketenangan di Nanjing Lover Garden, taman kota yang indah dan populer di kalangan wisatawan.

Perjalanan panjang CPBSA Batch 6 akhirnya ditutup dengan kembalinya rombongan ke Jakarta pada 13 September 2025. Dari pendaftaran hingga perjalanan ke luar negeri, CPBSA telah membuktikan diri sebagai program komprehensif yang melahirkan talenta muda berkualitas.

“Perihal SDM, CPI tidak hanya menunggu, tetapi menjemput bola. Kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia peternakan agar siap menghadapi tantangan global,”

Dengan konsistensi CPI dalam menggelar Charoen Pokphand Best Student Appreciation, harapannya industri perunggasan Indonesia akan semakin tangguh, didukung oleh generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.

TESTIMONI

Anggun Khoirul Eka Putri (Universitas Brawijaya)

“Menjadi salah satu awardee Charoen Pokphand Best Student Appreciation Batch 6 adalah pengalaman yang akan selalu saya kenang sepanjang hidup. Melalui program ini, saya berkesempatan untuk menjelajahi sejarah, budaya, hingga keseruan mempelajari bahasa baru di Negeri China. Setiap momen perjalanan selama di China punya cerita tersendiri, mulai dari makan makananan dengan rempah yang khas, sampai dibuat kagum oleh pemandangan di Great Wall of China yang sangat cantik. Pengalaman ini benar-benar memberikan banyak pelajaran berharga, dan tentu akan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan”

Rafi Penta Hidayatullah (Universitas Andalas)

Perjalanan saya di China adalah pengalaman yang sangat berkesan dan berharga. Secara garis besar, saya merasa sangat bahagia dan puas dengan seluruh rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan. Destinasi destinasinya tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna, karena setiap tempat yang kami kunjungi memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman budaya yang tidak terlupakan. Dari sekian banyak destinasi, dua yang paling berkesan bagi saya adalah VIV Nanjing dan Tembok Besar China. Secara keseluruhan, perjalanan ini bukan hanya tentang melihat tempat-tempat baru, tapi juga tentang bagaimana saya belajar, merasakan budaya, dan membangun kenangan bersama teman-teman batch 6.