Berdiri sejak tahun 1993, PT Cahaya Tiga Putri yang berlokasi di Sidrap, Kecamatan Kulo, Desa Mario, Sulawesi Selatan fokus dalam budidaya ayam petelur (layer). Bermula dari usaha keluarga, dalam perkembangannya di tahun 2004 peternakan layer ini dikelola oleh H. Usman Appas. Salah satu kunci sukses dalam beternak menurut Usman selaku pemilik PT Cahaya Tiga Putri ini adalah manajemen pemeliharaan yang tepat. Terutama saat memasuki musim penghujan, peternak harus mewaspadai penyebaran penyakit salah satunya Avian Influenza.
Waspada penyakit AI H9N2
Avian Influenza (AI) disebabkan oleh virus AI yang menyerang sistem pernafasan, pencernaan, reproduksi dan syaraf pada unggas. Penyakit ini mulai ditemukan di Indonesia pada tahun 2003 dan hingga saat ini telah teridentifikasi 16 subtipe HA (H1-H16) dan 9 subtipe NA (N1-N9). Pada awalnya ditemukan AI subtipe H5N1 dan saat ini ditemukan subtipe H9N2 dengan patogenitas rendah. Penyakit AI H9N2 telah teridentifikasi di beberapa daerah seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.
Sidrap diketahui menjadi sentra peternakan layer. Pada tahun 2017, AI H9N2 menyerang beberapa peternakan di Sidrap dan menyebabkan kerugian. “Munculnya AI H9N2 di peternakan lain berimbas juga pada peternakan kami. Produksi telur di kandang turun hingga 40-50%,” ungkap Usman.
AI H9N2 dapat ditularkan secara horizontal dan vertikal. Penularan secara horizontal dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Penularan secara langsung berupa kontak langsung dari unggas yang terinfeksi dan unggas peka melalui saluran pernafasan, konjunctiva dan feses.
Penularan secara tidak langsung dapat melalui debu, ransum, air minum, dan peralatan kandang yang terkontaminasi virus. Penularan secara vertikal yaitu induk ayam menularkan virus melalui telur. Usman menghimbau para peternak khususnya peternak layer untuk mengantisipasi kejadian AI H9N2 dengan melakukan vaksinasi dan memperketat biosekuriti. Biosekuriti yang dapat dilakukan di antaranya melakukan isolasi, pengaturan lalu lintas dan sanitasi.
Program Efektif Atasi AI H9N2
Gejala klinis yang muncul akibat infeksi virus AI H9N2 yaitu penurunan produksi telur secara drastis, adanya gangguan pernafasan (batuk, bersin, ngorok), penurunan feed intake, depresi dan kematian rendah tapi cenderung meningkat.
H. Usman Appas setia menggunakan produk Medion
Usman mengungkapkan beberapa upaya yang dilakukan untuk pencegahan AI H9N2 yaitu dengan pemberian vaksinasi Medivac AI H9N2 secara rutin. “Penyakit AI H9N2 dapat diatasi dengan melakukan program vaksinasi dengan tepat. Selama periode pemeliharaan, kami menggunakan Medivac AI Subtipe H9N2 dengan didukung oleh biosekuriti dan managemen pemeliharaan yang baik. Hal ini tentu akan memberikan hasil yang optimal,” tutur Usman.
“Dukungan personil Medion sangat membantu kami di lapangan. Saat kandang kami terserang AI H9N2, sampel ternak langsung diperiksa oleh personil Medion ke Medilab (Laboratorium Internal Medion). Secara cepat dan sigap personil Medion memberikan Medivac AI Subtipe H9N2 untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas pada layer kami,” ungkap Usman.
Biosekuriti kandang harus selalu diperhatikan
Usman menambahkan, “Untuk melakukan pencegahan segera lakukan vaksinasi ayam yang sehat menggunakan Medivac AI Subtipe H9N2 dan melakukan semprot kandang untuk mengurangi jumlah virus di lapangan, serta melakukan desinfeksi air minum untuk mencegah penularan penyakit. Apabila kandang sudah terlanjur terserang AI H9N2, maka penanganan dapat dilakukan dengan vaksinasi darurat (tergantung kondisi kandang), pemberian imunostimulan (Imustim) untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang menurun, dan rutin melakukan desinfeksi kandang.”
Setelah lebih dari 20 tahun menjadi pelanggan setia Medion, Usman berharap, produk-produk Medion semakin berkualitas, serta produk yang dihasilkan terus berkembang mengikuti update di lapangan. “Saya selalu puas dengan produk Medion, karena produk yang dihasilkan sesuai dengan kondisi di lapangan dan selalu menghasilkan produk yang inovatif,” tuturnya. Adv