POULTRYINDONESIA, Semarang – Dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) ke 20, Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) menggelar acara Simposium dengan mengangkat tema “Tantangan serta Solusi Penyediaan Protein Hewani asal Ternak dalam Merealisasikan Program Minum Susu dan Makan Bergizi di Indonesia”. Acara yang digelar di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang pada Rabu, (18/12) ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyediaan protein hewani, khususnya dari sumber protein hewani, serta mencari solusi untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan konsumsi susu dan pangan bergizi di masyarakat. 
Mewakili Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas), Wara Fitria Tristiyanti selaku Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas menyampaikan bahwa Bapanas mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan, khususnya produk protein hewani. Indeks Ketahanan Pangan Global pada 2021 mencatat bahwa skor ketahanan pangan Indonesia sebesar 49,1, yang masih berada di bawah standar, yaitu 68,5. 
“Ketahanan pangan nasional ini mempengaruhi kualitas generasi emas 2045, yang dapat dilihat dari situasi gizi balita di Indonesia. Capaian pemenuhan pangan pada 2019-2023 menunjukkan bahwa konsumsi pangan hewani sudah mencapai angka yang ideal dan perlu dipertahankan. Pada 2023, terjadi peningkatan konsumsi produk unggas. Pemerintah juga telah menghitung cadangan pangan untuk 2025, bersamaan dengan berbagai program seperti bantuan pangan, gerakan pangan murah, gerakan edukasi, serta pakan bergizi untuk siswa atau jenius. Selain itu, Bapanas menggaungkan slogan konsumsi makan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA)”.
Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, S.T., M.M., M.T menuturkan bahwa Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris tetapi masih kekurangan pangan merupakan suatu persoalan yang bukan tidak bisa selesaikan tapi perlu ada yang dibenahi dalam praktiknya. Ia berharap acara ini bisa menjadi suatu pemikiran, pencerahan, dan solusi untuk permasalahan yang ada.
“Setelah berakhirnya musyawarah nasional ini, saya harap tidak hanya berakhir menjadi suatu berita acara, mungkin adik-adik mahasiswa bisa kemudian membuat paper, publikasi ataupun tulisan yang merujuk pada acara hari ini”.
Prof. Dr. Ir. Bambang W.H.E.P., M.S., M.Agr., IPU. selaku GB Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dalam pemateriaannya menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis ini dinilai harus segera dilaksanakan mengingat beberapa urgensi seperti memberantas stunting, wasting dan underweight. Selain itu Kementerian Kesehatan pada 2022 mengeluarkan data bahwa 65% anak usia sekolah di Indonesia tidak sarapan secara teratur.
“Konferensi PBB tentang hak anak pada tahun 1989 menyatakan bahwa setiap anak memiliki hak atas kehidupan, kesehatan, pendidikan, dan perkembangan maksimal baik secara fisik, mental maupun emosional. MBG pun diharapkan dapat menjadi captive market bagi produk pertanian dan peternakan lokal yang kemudian dapat meningkatkan pendapatan petani peternak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Turut hadir dan memberikan materi Dani Kusworo, S.Pt., M.Si selaku Kepala BBPTUHPT Baturraden, Tri Mahawijaya Herlambang S.Pt., MM. selaku Internal Organisasi Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, dan Drs. Dedi Setiadi , SP. selaku Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia. Simposium ini menjadi platform penting bagi para mahasiswa, ahli, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk berdiskusi tentang langkah-langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang lebih baik di Indonesia.