Pertemuan Nurul Ikhwan (kiri) dan Singgih Januratmoko (kanan)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Di tengah ketidakpastian harga jual ayam ras pedaging hidup di tingkat peternak (on farm) yang kerap menghantui peternak rakyat di seluruh Indonesia, Pengurus Koperasi Peternak Milenial Jawa Barat mengadakan audisensi dengan Singgih Januratmoko yang merupakan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar di Jakarta, Rabu (19/5).
Menurut Ketua Koperasi Peternak Milenial Jabar, Nurul Ikhwan yang akrab dipanggil Kang Iwang ini mengatakan bahwa harga sarana produksi ternak (sapronak) seperti day old chick (DOC) yang masih berkisar antara Rp7.000-8.000 per ekor menandakan harga tersebut jauh di atas harga acuan Permendag No. 07/2020.
“Di samping itu peternak pun harus menghadapi naiknya harga pakan yang menyentuh Rp8.000 per kilogram. Hal itulah yan membuat harga pokok produksi (HPP) meningkat menjadi berkisar antara Rp20.000-21.000 per kilogram, namun tak sebanding dengan harga jual yang ada di kandang pada saat ini,” kata Iwang.
Baca Juga: Koperasi Peternak Melenial Jabar Jalin Kerjasama dengan Unpad Bangun Kandang Ramah Lingkungan
Sementara itu, Singgih Januratmoko mengaku prihatin dengan kondisi saat ini di mana perekonomian Indonesia masih belum pulih namun peternak kerap dihadapkan dengan kondisi sulit. Oleh karenanya, peternak rakyat ayam ras sudah saatnya bersatu dengan membentuk koperasi-koperasi usaha yang sudah jelas alurnya serta naungan hukumnya.
“Hal itu agar kami di Komisi VI dapat terus mendorong Kementerian Koperasi dan KM untuk mengakomodir keperluan peternak rakyat yang wajib dilindungi oleh pemerintah” ujar Singgih.
Kang Iwang mengapresiasi atas sambutan baik dari BapakSinggih Janutamoko kepada Koperasi Peternak Milenial Jabar. Sejatinya peternak rakyat hanya memohon perlindungan dan kebijakan yang melindungi usaha peternak rakyat kepada pemerintah.
“Pentingnya semua peternak unggas Bersatu membentuk koperasi sebagai wadah usaha yang berbadan hukum untuk tetap hidup merupakan salah satu cara efektif agar dapat bersaing dengan tantangan global di era 4.0 ini” ucapnya.