Dampak perubahan iklim tak dapat dipungkiri lagi, setiap tahunnya terus terjadi perubahan
temperatur lingkungan. Hal ini pun berdampak pada sektor industri perunggasan. Pada industri ini, kenyamanan ternak didalam kandang menjadi perhatian khusus agar ternak terus dapat berproduksi secara optimal. Maka dari itu, perlu adanya upaya khusus dalam mendukung sistem perkandangan yang baik dan optimal bagi ternak.
SKOV merupakan perusahaan asal Denmark, fokus sebagai spesialis dalam penyedia ventilasi dan manajemen peternakan berusaha memberikan solusi bagi para peternak dalam memberikan kenyamanan iklim bagi ternak di kandang.
Atas dasar tersebut, SKOV Asia Ltd mengadakan seminar teknis secara online dengan tema “Ventilasi Layer : Meningkatkan profit anda” diselenggakan melalui aplikasi Zoom, Kamis 4 Agustus 2021. Menghadirkan Mark Wright selaku Business Development Manager – Poultry Specialist SKOV.
Permasalahan umum pada peternakan layer di Asia memiliki karakteristik yang hampir sama hampir diseluruh wilayah, seperti tingginya biaya listrik, harga bahan baku yang tinggi, rendahnya produksi saat musim panas, adanya tantangan iklim yang dapat berakibat pada kondisi ternak yang menyebabkan tingkat kematian tinggi. “Selain itu, biaya pengobatan untuk mengatasi penyakit pernafasan yang diakibatkan oleh kondisi iklim yang tidak optimal dan perubahan temperatur yang sangat signifikan membutuhkan biaya yang besar,” ungkap Mark.
Terdapat perbedaan antara kondisi optimal yang dibutuhkan untuk ayam broiler dan layer. Pada broiler suhu optimal yang dibutuhkan didalam kandang pada suhu 21o C, kondisi ini dibutuhkan ternak untuk pertambahan bobot badan harian sekaligus FCR yang optimum. Sedangkan pada layer, kondisi optimal sangat luas yakni antara 21 – 26o C, hal tersebut dapat memengaruhi asupan pakan, kondisi cangkang telur, hen day production, dan berat telur. “JIka suhu dibawah itu, akan berpengaruh pada feed intake yang berakibat pada biaya pakan yang tinggi,” tambah Mark.
Rangga K Mulyadi selaku Area Sales Manager SKOV Indonesia (Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) turut hadir dalam seminar daring ini. Ia mengatakan bahwa dengan membuat kondisi iklim di kandang optimal, dapat menghasilkan profit yang maksimal. “Produktifitas pada layer akan terpengaruhi oleh kondisi iklim di dalam kandang. Hal ini tentunya berpengaruh pada kualitas telur yang dihasilkan. Melalui pengaturan iklim yang dikondisikan dengan optimal, maka profit yang didapatkan dapat maksimal,” terang Rangga.
“Kondisi temperatur di Indonesia yang bervariatif, kami menyarankan dalam peternakan layer menyarankan untuk menggunakan sistem ‘Combi Tunnel’ dimana terdapat dua mode ventilasi, yaitu side mode agar iklim suhu seragam di dalam kandang, maka suhu kandang antara di depan dan belakang sama. Karena suhu Indonesia yang panas, dengan tunnel mode dapat mendapatkan efek yang bagus, walaupun suhu bagian luar dan dalam kandang berbeda, jika menggunakan sistem tunnel ini dapat mendinginkan kandang lebih cepat,” tambah Mark.
Supriyanto selaku Area Manager SKOV (wilayah Sumatera dan Kalimantan) turut menjelaskan mengenai studi kasus yang kerap terjadi dalam penggunaaan sistem ventilasi bagi peternakan layer. Ia mengatakan banyak hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kipas, area manure yang tidak baik akan mempengaruhi sirkulasi udara dalam kandang, secara teknis pemasangan cooling pad juga harus ditempatkan pada posisi yang baik. Selain itu jumlah kipas di dalam kandang juga harus diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan kandang. Adv