Alur investigasi penyakit
POULTRYINDONESIA, Malang – Saat ini terdapat banyak metodologi yang bisa digunakan untuk melakukan penyidikan penyakit, salah satu metode itu adalah SOAP.
Baca juga : Meraup Cuan dengan Budi Daya Ayam
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Gajah Mada (UGM) dalam mengisi studium generale yang diadakan oleh FKH Universitas Brawijaya yang bekerjasama dengan AFKHI dan FAO dengan tema ” Pendekatan One Health dalam Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis” pada Sabtu, (12/2) lewat aplikasi Zoom.
Menurut Widagdo, SOAP adalah singkatan dari beberapa komponen yang bisa dilakukan untuk penyidikan penyakit. S adalah pengamatan secara subyektif. Hal tersebut mencakup penilaian secara kualitatif dari peternakan, termasuk manajemen perilaku unggas. Subjek yang dilihat berdasarkan pengamatan dan sejatah kesehatan, seperti dengan melakukan wawancara kepada manajer, pemilik dan pekerja di peternakan.
“Biasanya apa yang ditulis untuk pengamatan subyektif adalah bersifat umum dan berdasarkan apa yang diamati melalui kelima indra, penglihatan, sentuhan, pendengaran, pengecap dan penciuman,” tegasnya.
Selanjutnya menurut Widagdo, O adalah pengamatan secara obyektif, komponen obyektif adalah untuk merangkum data yang bersifat kuantitatif yang bisa diukur dan menggunakan alat bantu.
“Seperti diantaranya termometer, ph meter, produksi per flok, pengujian klinik dan temuan post mortem, sejarah vaksinasi dan hasil laboratorium terbaru,” terangnya.
Selanjutnya, A adalah Assesment atau penilaian, komponen penilaian merangkum masalah – masalah yang diidentifikasikan dari S dan O, dalam daftar hal – hal yang diprioritaskan. Bagian kedua dari penilaian adalah untuk mengembangkan sebuah daftar prioritas diagnosa banding untuk kemungkinan – kemungkinan dari masalah yang ada.
Sedang yang terakhir P adalah plan atau perencanaan, yang berupa perencanaan spesifik ditujukan untuk menghadapi setiap masalah. Baik masalah yang muncul dalam penilaian, maupun termasuk langkah- langkah yang akan diambil untuk membuat diagnosa yang sesuai.
“Perencanaan ini mencakup tes laboratorium tambahan,rencana untuk pengobatan penyakit atau menjawab masalah yanh diidentifikasi seperti rencana vaksinasi,renacana penerapan biosecurity atau rencana perbaikan managemen,” pungkasnya.