Pakan merupakan bagian terpenting dalam proses budi daya unggas. Penggunaan Soybean Meal (SBM) di dalam formulasi ransum pakan ternak jumlahnya cukup besar, sehingga menyumbang porsi cukup signifikan pada biaya produksi pakan. Maka dari itu, untuk meminimalkan biaya produksi, diperlukan kombinasi dengan imbuhan pakan (feed additives), salah satunya yakni enzim.
Menanggapi hal tersebut, Industrial Tecnica Pecuaria SA (ITPSA) bekerja sama dengan PT Agrimara Cipta Nutrindo selaku distributor produk Capsozyme SB di Indonesia menyelenggarakan seminar daring dengan tema “Solution Optimization Potential Nutrient Soybean Meal With Enyzme Galactosidase + Xylanase (Capsozyme SB Plus)” yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom, Rabu (10/2).
Pada seminar daring tersebut hadir Dr. Josep Mascarell, DVM Ph.D selaku BD Director ITPSA sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Prof. Komang G Wiryawan dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University. Prof. Komang G Wiryawan menyampaikan bahwa dalam penggunaan SBM sebagai sumber nutrisi perlu dimanfaatkan dengan baik agar tidak terjadi ancaman dalam kesehatan saluran pencernaan ternak. Namun, terdapat juga beberapa tantangan seperti rendahnya kualitas bahan baku, adanya faktor anti nutrisi, dan toxin serta mikroba fatogenik. Oleh sebab itu, penggunaan enzim dalam bahan pakan khususnya SMB dapat membantu meningkatkan energi metabolisme sebanyak 10% dan meningkatkan kemampuan mencerna asam amino sebesar 8%, sehingga bisa biaya produksi bisa berkurang.

Sementara itu, menurut Josep Mascarell, mengatakan bahwa nutrisi sangat mendukung untuk mengoptimalkan kesehatan pencernaan. Seperti yang diketahui, tantangan dalam saluran pencernaan ternak ini sangat perlu diperhatikan seperti adanya peradangan, adanya kerusakan yang diakibatkan stress oxidative, meningkatnya infeksi fatogenik, berkurangnya kecernaan nutrisi, dan adanya gangguan morfologi dalam saluran cerna. Sejak tahun 2000, ITPSA mengembangkan Capsozyme SB Plus untuk membantu kecernaan pakan agar lebih efisien,” ungkapnya.
Maksimalkan kecernaan SBM (Soy Bean Meal) dengan enzim
ITPSA selama ini fokus dalam penelitian penggunaan enzim α-galaktosidase yang dapat memaksimalkan formulasi pakan terutama pada penggunaan bahan pakan seperti SBM, jagung, tepung gandum. Bahan baku pakan dari sumber kacang-kacangan (legumes) seperti SBM, lupins, rapeseed,lentil mengandung antinutrisi yaitu α-galaktoside (αGOS) jika tidak dicerna akan difermentasi bakteri patogen yang dapat menyebabkan munculnya gas dalam saluran kecernaan yang berakibat dapat menurunkan absorpsi nutrient, peradangan subklinik pada usus, dan rasa tidak nyaman pada ternak.
Oleh karenanya, untuk mengatasi tantangan tersebut, ITPSA memperkenalkan Capsozyme SB PlusTM yang memiliki kandungan bahan aktif kombinasi antara enzim α-galaktosidase dan xylanase yang teruji dapat mengefisienkan formulasi pakan. Enzim α-galaktosidase dan xylanase pada Capsozyme SB PlusTM dapat membantu proses pencernaan pada unggas, mengurangi perut kembung dengan mencegah proses fermentasi antimikroba dan meningkatkan pertumbuhan vili yang dapat menyerap lebih banyak nutrisi. Capsozyme SB PlusTM juga telah tersertifikasi standar Eropa untuk GMP, HACCP, dan FAMI QS.
“Penambahan enzim ini dapat ditambahkan langsung dengan pakan yang ada dan dapat pula dibuat formulasi baru dengan energi dan protein yang lebih rendah. Penambahan Capsozyme SB PlusTM dapat memaksimalkan potensi nilai energi metabolis pada SBM sehingga dapat mengurangi penggunaannya. Hal ini akan berpengaruh pada rendahnya biaya bahan pakan,” ujarnya.
Capsozyme SB PlusTM telah diuji coba pada penambahan ransum broiler dan babi yang hasilnya terbukti sangat aman digunakan dan dapat meningkatkan performa ternak. Selain itu, penggunaannya juga dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis feed additive lainnya. Adv