Peluncuran produk stimbiotik Signis®
POULTRYINDONESIA, Jakarta – AB Vista meluncurkan produk stimbiotik terbaru dengan merek dagang Signis® dengan tema “New Perspective of Fiber in Poultry Gut Health to Improve Productivity” yang bertempat di Swissotel PIK, Jakarta, Selasa (5/7).
Hadir dalam peluncuran Signis perwakilan AB Vista, Leovany Agustine selaku Business Manager AB Vista. Dalam sambutannya, Leovany mempersembahkan dengan bangga salah satu produk terbarunya, yakni Signis®, stimbiotik pertama sebagai strategi dalam nutrisi pakan ternak dengan memberikan training terhadap mikrobiota saluran pencernaan dalam kemampuan memecah fiber lebih awal.
“Dengan teknologi yang semakin berkembang termasuk dalam industri pakan, sekarang perhatian tidak hanya terbatas pada pemberian nutrisi secara langsung kepada hewan ternak saja, akan tetapi bagaimana cara untuk memberikan nutrisi untuk mikrobiota dalam saluran pencernaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan performa hewan ternak,” terangnya.
Baca juga : Produk Unggas asal Indonesia Resmi Masuk Singapura
Menurutnya, mikrobiota membutuhkan bahan makanan yang berbeda dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak. Materi yang paling utama dibutuhkan oleh mikrobiota adalah serat kasar. Leovany mengatakan bahwa meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya serat kasar dalam pakan terhadap kesehatan saluran pencernaan, merupakan salah satu strategi dalam ilmu nutrisi.
Sementara itu, Dr. Gonzalo Mateos, Ph.D, Professor Universidad Politecnica de Madrid, memaparkan materinya mengenai sumber serat pada pakan unggas secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Gonzalo mengatakan bahwa serat adalah campuran komponen
dengan kepentingan yang berbeda, diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang berbeda pula.
“Serat tidak dapat dicerna oleh ternak non-ruminansia. Namun, konsep baru serat pada unggas dapat meningkatkan kesehatan sel epitel kolon, meningkatkan status imunitas, meningkatkan motilitas dinding saluran pencernaan, dan meningkatkan mikromotilitas mukosa saluran pencernaan,” jelas Gonzalo.
Dengan beberapa keuntungan yang disebutkan, tentu saja hal ini akan berimbas pada kenyamanan saluran pencernaan unggas yang kemudian akan membantu untuk menekan kejadian stres. Menurut Gonzalo, menekan kondisi stres pada unggas akan membantu meningkatkan produksinya, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dr. Usama Aftab, Ph.D, selaku Technical Director AB Vista, memaparkan materinya mengenai peran dari dietary fiber Signis pada kesehatan saluran pencernaan. Menurutnya, penanda kesehatan saluran pencernaan unggas dapat dilihat dari strukturnya, mikrobiota, metabolit, dan respon imun. Seluruh tanda ini disebut sebagai penanda non-performa atau non-performance markers.
“Non-performance markers sangat membantu dalam mengetahui aksi dan prediksi respon pemberian aditif dalam kondisi terbatas. Namun, performa secara teknis tetap menjadi kriteria terpenting saat ingin melihat efikasi dari suatu feed additive,” terangnya.
Untuk mencapai kesehatan saluran pencernaan yang diinginkan, maka penting bagi para nutrisionis untuk memperhatikan fermenters, baik untuk meningkatkan fermentasi serat maupun mengurangi fermentasi protein.
Turut hadir, Alejandro Criado, selaku Business and Technical Manager AB Vista yang memaparkan materinya mengenai cara mengetahui variabilitas serat dengan NIR atau near infrared spectrometer, yang merupakan alat untuk menganalisa material, dalam hal ini raw material, dengan sampel yang sedikit. Menurutnya, dengan menggunakan alat ini, para konsumen dapat menghemat biaya analisis pakan.
“Komposisi serat sangatlah berbeda-beda antar bahan baku, kandungan serat di dalamnya pun berbeda. NIR adalah alat terbaik untuk menentukan komposisi serat dari bahan baku. Pelayanan kami, Feed Quality Services, menyediakan jasa pembacaan komposisi serat dari bahan baku. Sedangkan Fibre Calculator, dapat mengestimasikan secara akurat komposisi serat dari pakan jadi,” jelasnya.