Oleh : drh Arief Hidayat*
Pengelolaan kesehatan broiler, terutama dalam mencegah dan mengatasi gangguan pernapasan seperti CRD, memerlukan strategi yang terencana, disiplin, dan berbasis pada prinsip biosekuriti serta penggunaan antibiotika yang bijak.
Beberapa tahun yang lalu terjadi perbincangan yang hangat di antara para ahli yang mengerti tentang antibiotika dengan kajian antimikrobial resistensi. Dimana telah beredar informasi bahwa pada suatu saat nanti di Indonesia akan semakin sedikit antibiotika yang boleh beredar dan dapat digunakan untuk menyehatkan dan berproduksi optimal ayam peliharaannya. Sejujurnya peredaran antibiotika di dunia peternakan khususnya ayam komersial saat ini memang tidak termonitoring dengan baik terutama cara penggunaan antibiotika yang baik dan benar dan juga macam antibiotiknya, sehingga kejadian resistensi terhadap suatu antibiotika dapat dihindari.
Penggunaan antibiotika dalam budi daya ayam khususnya pada ayam broiler, dikenal beberapa strategi medikasi yang dilaksanakan oleh para peternak yang dikenal dengan strategi medikasi seperti, profilaksis, anafilaksis dan meta filaksis.
Strategi profilaksis merupakan pembuatan program pemberian antibiotika tanpa latar belakang / alasan yang jelas. Seringkali gangguan penyakit muncul beberapa hari setelah pelaksanaan program antibiotika dengan angka kegagalan program ini cukup tinggi. Dalam hal ini peternak biasanya hanya mengikuti program yang ditawarkan pihak produsen obat yang dibuat tanpa mempelajari riwayat kejadian penyakit yang pernah terjadi di lokasi peternakan tersebut (endemik).
Kemudian program selanjutnya adalah anafilaksis, yaitu penggunaan suatu program antibiotika di saat melihat adanya gejala klinis yang terjadi pada ayam peliharaannya. Program ini cukup banyak diminati bagi yang frustasi dengan program profilaksis. Hanya perlu diingat bahwa penyebab gangguan penyakit pada ayam umumnya bersifat multifaktorial. Dari aspek ekonomis program anafilaksis tidak terlalu dianjurkan untuk dilaksanakan.
Adapun langkah metafilaksis yang merupakan penggunaan suatu program antibiotika untuk pencegahan suatu penyakit (yang didasarkan atas sejarah penyakit tersebut) yang diberikan selama masa inkubasi penyakit. (waktu yang diperlukan oleh mikroorganisme / bibit penyakit, dari mulai masuk tubuh inang sampai dengan timbul gejala penyakit / inang kondisi sakit ). Untuk melaksanakan program medikasi metafilaksis ada beberapa hal yang perlu diketahui seperti mikroorganisme apa yang akan dibasmi, kapan tantangan mikroorganisme tersebut kemungkinan besar terjadi, sebagai tambahan kita harus juga tahu seberapa baik kondisi DOC yang kita terima
Dari ketiga strategi medikasi di atas strategi medikasi metafilaksis adalah merupakan strategi medikasi yang paling baik dan menjadi pilihan para pembudidaya ayam pedaging khususnya dalam menanggulangi penyakit pernapasan. Hampir setiap pembudidaya ayam broiler di Indonesia yang menggunakan kandang terbuka baik postal maupun panggung pasti pernah mengalami ayamnya menderita sakit pernapasan yang umumnya disebut ngorok atau sebagian peternak biasanya menyebutnya dengan bahasa ‘cekrek”.
Pertanyaannya adalah mengapa ayam broiler atau ayam pedaging ini mudah sekali terkena gangguan pernapasan? Ayam pedaging / broiler sangat mudah terserang gangguan pernapasan karena sistem pernafasan unggas (ayam) berbeda dengan bangsa hewan menyusui. Rasio volume paru-paru unggas dengan volume tubuhnya umumnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pada hewan menyusui. Disamping itu pada ayam, pertukaran gas / udara pernapasan terjadi di sepanjang kapiler-kapiler darah paru-paru yang berbentuk seperti jala, bukan di dalam alveolus (rongga udara dalam paru-paru). Itulah sebabnya ayam atau bangsa unggas secara umum sangat mudah mengalami keracunan melalui pernafasan.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Kesehatan pada majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










