Oleh : Henri E. Prasetyo.,drh.,M.Vet*
Di tengah kemajuan genetik ayam broiler modern yang mampu tumbuh lebih cepat, efisien, dan produktif, diperlukan berbagai strategi untuk dapat mengoptimalkan potensi yang ada.
Perkembangan strain ayam broiler terus mengalami kemajuan pesat dari tahun ke tahun. Kemajuan ini ditandai dengan meningkatnya efisiensi feed conversion ratio (FCR), daya tahan terhadap stres, serta kualitas daging dan telur yang dihasilkan.
Saat ini, ayam broiler modern mampu mencapai bobot badan hingga 2,3 kilogram hanya dalam waktu 35 hari. Hal ini sebagaimana dicatat dalam Cobb 500 Broiler Performance & Nutrition Supplement tahun 2018. Pertumbuhan cepat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas unggas modern.
Secara fisik, ayam broiler modern tampak lebih membungkuk dengan sayap yang relatif lebih pendek. Bentuk tubuh ini disebabkan oleh proporsi pertumbuhan otot dada yang lebih dominan dibandingkan bagian tubuh lainnya. Namun, untuk mencapai pertumbuhan otot yang optimal, diperlukan asupan nutrisi yang tepat dan presisi.
Selain itu, ayam broiler modern memiliki jumlah bulu yang lebih sedikit. Kondisi ini memberikan keuntungan dalam hal efisiensi penggunaan pakan, karena lebih banyak energi dari pakan digunakan untuk pertumbuhan bobot badan. Namun demikian, berkurangnya bulu membuat ayam menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan lingkungan.
Untuk itu, diperlukan berbagai kombinasi strategi untuk memaksimalkan potensi genetik yang dimiliki ayam broiler modern. Dimana peningkatan performa ayam broiler tidak hanya ditentukan oleh sistem pemeliharaan closed house semata. Manajemen pemeliharaan yang baik, ketersediaan infrastruktur pendukung, formulasi nutrisi pakan yang tepat, serta pemilihan bibit ayam yang tepat turut memberikan kontribusi besar terhadap percepatan dan peningkatan produksi.
Infrastruktur Kandang Close Housed yang Optimal
Dalam industri perunggasan modern, kandang closed house menjadi solusi utama untuk meningkatkan efisiensi produksi, kesehatan ayam dan kualitas hasil akhir. Sistem ini memungkinkan kontrol lingkungan lebih baik, mengurangi stres pada ayam, serta meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ayam modern. Terlebih lagi tantangan cuaca (global warming atau pemanasan global) maupun perubahan genetik menuntut kita untuk selalu berinovasi agar performa dan keuntungan kita semakin meningkat.
Infrastruktur kandang closed house harus dirancang agar dapat mendukung kontrol suhu, kelembapan, ventilasi dan distribusi pakan secara efisien. Beberapa komponen kunci yang perlu diperhatikan diantaranya adalah sistem ventilasi dan pendinginan, penerangan dan struktur kandang, sistem pakan dan air minum.
Sistem kandang closed house menggunakan sistem negative pressure dengan exhaust fan dan inlet yang terkontrol dan otomatis. Pada sistem pengoperasiannya, dinding atau inlet kandang harus dipastikan tidak ada lubang dan bocor karena berpengaruh terhadap tarikan fan / kipas yang mengakibatkan kecepatan angin tidak optimal.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










