POULTRYINDONESIA, Bekasi – Perusahaan farmasi, Qilu Pharmaceutical mempersiapkan diri untuk lebih sigap menghadapi tantangan pengendalian penyakit pada unggas dengan mengadakan seminar bertemakan ‘Strategi Vaksinasi pada Unggas’ pada Selasa, (3/12) di IBC, Bekasi. Seminar tersebut merupakan bagian dari serangkaian acara yang dilaksanakan selama 3 hari, dilanjutkan dengan internal gathering dan visit farm di hari berikutnya, acara diadakan secara tertutup dengan mengundang Field Technical Veterinarian dari PT Gold Coin Indonesia.
Seminar dibuka dengan sambutan dari drh. Tatik Mawarti selaku Technical Sales Manager, Qilu Pharmaceutical. Ia menyampaikan Qilu senantiasa berfokus pada penelitian, pengembangan, produksi, dan distribusi produk farmasi dan sudah berdiri selama 40 tahun. Ingin memperkuat interaksi dengan customer, pihaknya menyelenggarakan seminar ini untuk mewadahi PT Gold Coin Indonesia berdiskusi dengan ahli untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan.
Selanjutnya, Bagus Gede Dananjaya Giri selaku Country Manager Veterinary Health Care Services, Gold Coin Indonesia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berdiskusi. Ia menyampaikan ada beberapa kasus istimewa yang terjadi dilapangan yang perlu diskusi lebih lanjut, maka dengan adanya seminar ini mempermudah hal tersebut.
Pematerian disampaikan oleh Prof. Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, M.P. selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) mengenai strategi vaksinasi pada unggas. Ia menyampaikan bahwa terdapat sistem pertahanan tubuh alami yang biasa kita sebut dengan imunitas, tetapi untuk melawan patogen diperlukan kerjasama antara sistem pertahanan tubuh baik humoral-lokal maupun cellular.
“Saat patogen masuk kedalam tubuh unggas, hal ini memicu reaksi dari sistem pertahanan. Sistem imun tidak bisa membedakan apakah patogen itu sifatnya patogenik atau tidak, tetapi hanya bisa membedakan dia asing atau tidak. Maka reaksi yang ditimbulkan pun berbeda beda, mungkin terdapat radang, peningkatan suhu tubuh, yang kadang disalah artikan sebagai penyakit padahal ini adalah respon imun yang biasanya berlangsung 3-6 hari”.
Menurutnya, agen penyebab penyakit akan selalu ada di lingkungan hidup ternak, ayam dapat dikatakan dalam kondisi sehat apabila terdapat keseimbangan antara agen penyebab penyakit dan imunitas tubuh. Prinsip kesehatan berfokus pada menekan bibit penyakit dan meningkatkan imunitas, dan salah satu caranya adalah dengan vaksinasi.
“Selaku Field Technical Veterinarian yang berhadapan langsung dengan penyakit di lapangan, yang harus dilakukan pertama adalah identifikasi problem penyakit dan riwayat penyakit di farm tersebut. Lalu, pahami karakter patogen yang diidentifikasi keganasannya, proteksi silang, target kekebalan yang ditimbulkan oleh patogen. Selanjutnya, data dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis vaksin, kapan diberikan, berapa kali, apakah rutin atau insidental,” terangnya.