POULTRYINDONESIA, Jakarta – Stunning atau pemingsanan merupakan suatu cara melemahkan hewan melalui metode pemingsanan sebelum pelaksanaan penyembelihan agar pada waktu disembelih hewan tidak banyak bergerak. Kendati telah banyak diterapkan pada rumah potong modern, namun metode stunning masih menjadi isu sensitif di kalangan industri peternakan Indonesia. Pasalnya, masih banyak terjadi pro kontra di masyarakat akan isu tersebut. Hal ini mengemuka dalam webinar yang bertema “Stunning (Pemingsanan) dalam Penyembelihan Halal di Indonesia” melalui aplikasi Zoom, Selasa (20/12).
Ketua Kelompok Peneliti Penyembelihan Halal HSC LPPM IPB & Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr. drh. Supratikno, M.Si, PAVet menerangkan bahwa untuk melihat isu stunning ini bukan hanya melalui asumsi belaka tapi juga berdasarkan data. Stunning merupakan pemingsangan atau proses induksi secara intensif yang menyebabkan hewan kehilangan kesadaran dan respon sensorik tanpa menimbulkan rasa sakit. Adapun jenis stunning yaitu gas, listrik dan mekanis. Umumnya stanning yang di gunakan pada unggas ialah gas stunning dan electrical waterbath stunning.
“Gas stunning tidak diperbolehkan di Indonesia, karena menyababkan banyak ayam yang mati dan juga bersifat irreversible. Selain itu penggunaan gas seringkali juga menyebabkan konvulsi, apabila konsentrasi yang digunakan tidak tepat menggunakan antara CO2, nitrogen, argon atau campuran,” tegas Supratikno.
Baca Juga: Penerapan Kesejahteraan Hewan dalam Logistik Unggas
Untuk itu, Supratikno melanjutkan metode electrical waterbath stunning banyak dilakukan di Indonesia. Namun yang perlu diketahui adalah metode ini hanya berlaku di kepala saja dan tidak pada seluruh tubuh.
“Stunning di ayam sebetulnya relatif, yang penting mengikuti manualnya. Voltase dan waktu lama terendam di dalam waterbath itu sesuai dengan SOP. Dan ketika diambil, ayamnya masih bisa hidup kembali meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dan itu sudah memenuhi standar,” ungkapnya.
Sementara itu, ciri-ciri stunning ayam yang berhasil ialah sayap yang terkulai, relaksasi dan reflek matanya hilang. Apabila masih ada satu atau dua yang mengepakkan sayap, maka itu dianggap normal karna homogenitas ayam yang tidak sama. Hal ini dikarenakan berat badan ayam yang tidak sama, sehingga kekuatan stunning yang dipakai tidak mampu menginduksi sampai ayam tersebut pingsan sempurna.