Setelah sukses besar pada penyelenggaraan VIV Select China 2025 di Nanjing, pameran industri peternakan terkemuka ini akan berpindah ke Shanghai untuk edisi tahun 2026, menandai babak baru dalam perluasan jangkauan global dan penguatan konektivitas industri.

VIV Select China 2025 (Nanjing) diselenggarakan pada 10–12 September di Nanjing International Expo Center (Distrik Jianye). Edisi ini menghadirkan 485 peserta pameran terkemuka dari Belanda, Jerman, Brasil, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Turki, Vietnam, Thailand, India, Malaysia, dan berbagai pasar utama lainnya, menempati area pameran lebih dari 30.000 m².

Sekitar 30 perusahaan besar seperti Nxin Digital Intelligence, Yukou, Xingyi, China Animal Husbandry, Sunhy, Tecon, Zhejiang Medicine, Eppen, Hengyin, Sunson, Jinxiang, Unisplendour, Wanhua Chemical, dan Lukang turut hadir menampilkan inovasi terbaru mereka.

Jumlah pengunjung terdaftar mencapai 16.863 orang dari 108 negara dan wilayah, termasuk 2.357 pengunjung internasional. Acara ini juga dihadiri lebih dari 2.000 peserta konferensi, 400+ pemimpin industri, serta 10 asosiasi industri domestik dan internasional yang hadir dalam bentuk delegasi, menjadikannya ajang pertemuan elite peternakan global di Nanjing.

Shanghai Menjadi Tuan Rumah Baru

Berdasarkan keberhasilan tersebut, penyelenggara VNU Europe dan Globus Events secara resmi mengumumkan bahwa VIV Select China 2026 (Shanghai) akan digelar di Hall 1, Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center, pada 19–21 Agustus 2026, dengan tema “Connecting the Globe, Building a One-Stop Livestock Trade Platform.” Pameran ini akan memanfaatkan sepenuhnya sumber daya global dan pengaruh internasionalnya untuk mendorong strategi pengembangan industri peternakan di Tiongkok.

Presiden & CEO Royal Dutch Jaarbeurs, Jeroen van Hooff menyatakan bahwa VIV Select China ke Shanghai langkah dan strategi berikutnya. Dalam portofolio VIV, pihaknya selalu memilih kota-kota kunci sebagai gerbang regional seperti Bangkok untuk Asia, Abu Dhabi untuk Timur Tengah, New Delhi untuk India, dan Utrecht di Belanda untuk Eropa. Dan kini, Shanghai turut menempati posisinya dalam peta tersebut.

“Shanghai bukan hanya pusat bisnis global, tetapi juga tempat pertemuan antara pasar internasional dan Tiongkok setiap hari. Dengan memindahkan pameran ke sini, kami memberikan panggung terbaik bagi mitra dan peserta pameran untuk terhubung, bertukar ide, dan berkembang bersama,” ujarnya.

Sementara itu Edwin Tan, CEO Globus Events, menambahkan bahwa VIV Select China selalu menjadi platform kerja sama antara industri peternakan Tiongkok dan dunia. Hal ini tentunya telah membantu perusahaan Tiongkok menembus pasar global sekaligus mendukung perusahaan asing untuk berinvestasi di pasar Tiongkok.

“Saya melihat kepindahan ke Shanghai menandai tonggak penting, membawa proses internasionalisasi ke level baru. Sebagai pusat bisnis internasional, Shanghai memungkinkan VIV Select China untuk lebih mengintegrasikan sumber daya industri global dan memperkuat kolaborasi teknologi peternakan Tiongkok dengan pasar dunia,” tambahnya.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Khusus pada majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com