Biasa dijuluki ‘Dragon Chicken’, ayam dong tao (bahasa Vietnam: gà Đông Tảo) merupakan spesies ayam unik dengan ciri khas kaki atau cekernya yang sangat besar. Ayam ini berasal dari desa Đông Tảo di utara Vietnam. Ukuran kakinya memang tak senormal ayam pada umumnya dan bahkan bagi beberapa orang, ayam ini terlihat menyeramkan. Namun, justru ukuran kakinya yang besar inilah yang membuat ayam dong tao menjadi salah satu unggas termahal di dunia.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Santana JCC dkk (2020) melalui analisis ATR-FTIR, setidaknya 70,90% dari total protein pada ceker ayam adalah kolagen. Sebagai protein struktural pemberi bentuk, kekuatan, dan ketahanan pada kulit, tendon, otot, tulang, dan ligamen, Anda bisa mendapatkan manfaatnya dengan rasa yang lebih kaya.
Zaman dahulu, ayam dong tao diternakan secara eksklusif dan olahannya digunakan sebagai persembahan untuk raja atau keluarga kerajaan. Saat ini, harga per ekor ayam dong tao melejit karena termasuk jenis ayam yang sulit diternakan. Sifatnya yang sangat peka terhadap perubahan suhu tentu mempersulit proses budi daya. Belum lagi, ukuran kakinya yang besar juga membuat proses budi daya menjadi lebih sulit karena ayam ini seringkali memecahkan telurnya sendiri, sehingga para peternak di Vietnam biasa menyimpan telurnya di inkubator dan memberikan perhatian lebih untuk menghasilkan anak ayam. Oleh karena itu, tak heran jika harganya meroket.
Untuk menghasilkan satu ekor ayam dong tao yang siap disembelih dengan berat 5 hingga 6 kg, dibutuhkan waktu setidaknya 8 bulan hingga 1 tahun. Dari total berat tersebut, berat kaki ayam dong tao bisa mencapai 1 hingga 1,5 kg. Le Van Hien yang sudah beternak ayam dong tao selama 15 tahun, dalam wawancaranya dengan South China Morning Post mengatakan bahwa beberapa orang bahkan rela merogoh kocek lebih, mulai dari Rp644.247,00 hingga Rp1.288.495,00 hanya untuk ceker dong tao.

Pengolahannya pun tidak begitu sulit. Ceker ayam dong tao dapat diolah dengan cara direbus, digoreng, maupun dipanggang karena ceker ini tetap nikmat untuk disantap. Ceker ayam mengandung kolagen yang merupakan protein struktural pemberi bentuk, kekuatan, dan ketahanan pada kulit, tendon, otot, tulang, dan ligamen. Dengan banyaknya produk suplemen kolagen di pasaran saat ini, Anda bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan rasa yang lebih kaya.
Meski ceker goreng dengan olesan saus asam manis terdengar lebih menggiurkan, akan tetapi untuk mendapatkan manfaat kesehatan sepenuhnya, sup ceker ayam merupakan cara paling sehat untuk menikmati ceker ayam. Kali ini, Poultry Kuliner akan memberikan resep memasak sup ceker ayam dong tao yang lezat, kaya akan kolagen, dan pastinya sehat. Selamat mencoba!
Bahan:
-
2-4 ceker ayam dong tao
-
50 g daging ayam tanpa lemak
-
1 cangkir kacang
-
5-8 buah kurma merah kering
-
10 buah lengkeng kering
-
2 batang daun bawang
-
1 ruas jari jahe, ditumbuk
-
1 sdt goji berry
-
1 sdt cuka beras
Cara membuat:
-
Cuci ceker ayam dan potong kukunya.
-
Tuang air dalam panci besar. Tambahkan jahe, daun bawang, dan cuka beras. Didihkan.
-
Masukkan ceker ayam dan rebus selama 2 menit. Pindahkan ke wadah lain dan bilas ceker ayam dengan air hangat.
-
Siapkan panci besar kosong. Masukkan ceker ayam, daging tanpa lemak, jahe tumbuk, kurma merah kering, lengkeng, dan goji berry. Tambahkan 4 liter air dan nyalakan api. Biarkan mendidih.
-
Panaskan di atas api selama 10 menit, lalu tutup dan didihkan selama 30 menit.
-
Tuang sup ke dalam mangkuk. Hidangkan.










