POULTRYINDONESIA, Bogor — Dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, Sekolah Vokasi (SV) IPB menggelar pengabdian masyarakat bertajuk “Dosen Mengbadi”. Pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan rutin Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB yang bertujuan untuk melaporkan hasil – hasil penelitian serta memberikan dampak kepada masyarakat khususnya disekitar lingkungan IPB. Kegiatan yang mengangkat topik “Pemanfaatan Larutan Katalis untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Budidaya Payuh” ini berlangsung pada 29 – 30 Agustus, di Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Dalam keterangannya, Danang Priyambodo SPt., MSi selaku Ketua Tim Dosen Mengabdi SV IPB mengungkapkan bahwa pihaknya ingin lebih mengenalkan keuntungan berbudi daya puyuh kepada masyarakat.
“Kegiatan penyuluhan mengenai budidaya ternak puyuh ini bertujuan untuk mengenalkan budidaya puyuh ke masyarakat sekitar. Keuntungan dari melakukan budidaya puyuh memanfaatkan larutan katalis untuk mengurangi polusi udara dan limbah yang dihasilkan dan mengolah limbah menjadi produk komersil berupa pupuk” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Dosen SV IPB, Fariz Am Kurniawan menambahkan bahwa penggunaan larutan katalis yang dicampurkan dalam pakan atau air minum dapat mengurangi bau yang dihasilkan dari kotoran puyuh, dan selanjutnya kotoran puyuh dapat diolah menjadi pupuk kompos.
Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat Desa Cihideung Udik yang terdiri dari para ketua RT dan RW, Ibu – ibu PKK dan Posyandu, juga dihadiri oleh perangkat Desa Cihideung Udik. H. Deni, Kepala Desa Cihideung Udik menyambut dengan senang dan mengapresiasi acara ini.
“Kami sebagai warga Cihideung Udik berharap melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan baru mengenai usaha ternak budidaya puyuh yang dapat dijadikan sumber penghasilan baru bagi masyarakat desa Cihideung Udik, terutama bagi warga desa yang terkena imbas pandemi Covid-19” terangnya.
Kegiatan Dosen Mengabdi ini diakhiri dengan kunjungan ke peternakan puyuh milik Djadja Suhardja. Pada kesempatan tersebut Djada mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran secara langsung bagi peserta pelatihan dengan melihat proses budi daya puyuh, aplikasi larutan katalis dan penanganan serta pengolahan limbah dari kotoran puyuh.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung peluang usaha di bidang ternak, dan sangat memungkinkan untuk dilakukan kerjasama dengan masyarakat melalui sistem kemitraan Budidaya puyuh” ucap Djadja.