POULTRYINDONESIA, Jakarta – Usai menutup tahun 2025 dengan mengamankan ketahanan pangan beras, arah kebijakan swasembada nasional kini bergeser ke komoditas lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, sambil tetap menjaga stabilitas produksi beras dan jagung pada tahun 2026.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyatakan bahwa selain gula dan garam, pemerintah telah menempatkan protein hewani sebagai fokus prioritas. Capaian swasembada di tahun 2026 ditargetkan pada telur, daging ayam, dan daging sapi, selain gula dan garam.
“Untuk tahap awal, fokus kami adalah penguatan produksi telur dan daging ayam, terutama di wilayah luar Jawa. Sebagian besar peternakan ayam memang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga daerah lain sangat bergantung pada pasokan dari Jawa. Maka dari itu, Presiden menginginkan setiap daerah memiliki ketahanan pangan sendiri, terutama untuk menjawab kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG),” ujar Sudaryono, Senin (5/1).
Ia menambahkan bahwa pada 2026 Kementan akan menjalankan dua program strategis sekaligus. Program pertama menitikberatkan pada peningkatan produksi gula nasional, sementara program kedua diarahkan pada percepatan swasembada protein melalui penguatan produksi telur dan daging ayam.
Fokus pengembangan untuk komoditas unggas ini akan diperluas ke wilayah luar Pulau Jawa. Selama ini, sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada pasokan dari Jawa. Karena itu, penguatan produksi di daerah dinilai penting agar ketahanan pangan menjadi lebih merata sekaligus mendukung kemandirian setiap provinsi.
Untuk memperkuat kemandirian produksi tersebut, pemerintah telah merencanakan pembangunan peternakan ayam terintegrasi di 13 provinsi. Pengembangan ini akan melibatkan kolaborasi antara BUMN, koperasi peternak (termasuk Kopdes Merah Putih), serta pelaku usaha lokal. Model integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi sekaligus mempermudah distribusi produk ayam dan telur.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.