Penerapan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas di tengah Pandemi
Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia telah berimbas ke semua sektor kehidupan masyarakat dunia termasuk industri perunggasan. Meskipun pandemi belum usai, industri pemrosesan unggas tetap harus berjalan di era kenormalan baru COVID-19 demi memenuhi kebutuhan pangan dunia. Kegiatan perekonomian khususnya di industri perunggasan harus berjalan namun tetap dibatasi protokol kesehatan guna menghindari penularan COVID-19. Di era kenormalan baru, pelaku industri perunggasan dunia khususnya industri pemrosesan ditantang untuk mematuhi atau membuat protokol kesehatan khusus untuk melindungi para pekerjanya dan mencegah penularan antarpekerja.

Setiap fasilitas pemrosesan unggas mungkin memiliki keadaan dan kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga protokol kesehatan atau praktik terbaik juga akan berbeda di setiap perusahaan atau negara.

Potensi transmisi COVID-19 di industri pemrosesan unggas perunggasan
Menurut Tara Smith, Profesor Epidemiologi Kent State University, Ohio, Amerika Serikat pada wawancaranya dengan BBC yang dimuat di bbc.com, Selasa (23/6), menyatakan bahwa potensi transmisi COVID-19 cenderung tinggi pada industri pemrosesan unggas karena pekerja bekerja berdampingan dengan pekerja yang lain dan bekerja keras dengan napas yang berat sehingga potensi penyebaran virus dari orang yang terinfeksi ke pekerja lainnya terjadi dalam dalam jarak yang sangat dekat. Potensi infeksi virus COVID-19 juga meningkat karena industri pemrosesan unggas biasanya dilakukan di ruang tertutup, dalam jarak berdekatan dan waktu yang cukup lama.
Seperti dilansir dari laman bbc.com, Selasa (23/6), Profesor Lawrence Young, Molecular Oncology, University of Warwick, Inggris menyatakan bahwa pabrik pengolahan unggas, khususnya di bagian dalam ruangan yang dingin dan lembap merupakan lingkungan yang sempurna untuk coronavirus tetap hidup dan menginfeksi. Potensi transmisi inilah yang menjadi tantangan industri perunggasan untuk menjaga agar konsumen dan pekerja aman dari penularan COVID-19 di era normal baru.
Baca Juga: Asosiasi PKH Sumbang Pemikiran untuk Menghadapi Era Kenormalan Baru
Penelitian terbaru oleh van Doremalen et al. (2020) yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus COVID-19 dapat hidup pada permukaan yang berbeda dapat tetap bertahan hingga 72 jam pada plastik dan stainless steel, empat jam pada tembaga, dan hingga 24 jam pada karton. Hal inilah yang perlu menjadi tantangan industri bahwa pembaruan dan pelaksanaan protokol kesehatan pada para pekerja menjadi penting untuk mencegah penyebaran COVID-19 di fasilitas pemrosesan unggas.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2020 dengan judul “Tantangan Industri Pemrosesan Unggas Dunia di Era Kenormalan Baru”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153