Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan dengan potensi dan lahan yang dimiliki untuk bisa diwujudkan. Oleh karena itu, untuk mendukung program tersebut dibutuhkan fasilitas dan sumber daya manusia yang mumpuni dan terampil untuk menyukseskan program tersebut.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Gunaidi S.Pt, M.M mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung pada tahun 2019 disebutkan bahwa kontribusi sub sektor peternakan terhadap PDRB Provinsi Lampung semakin meningkat yaitu sebesar 4,37%. Kondisi eksisting ini memiliki sinergi yang kuat dalam rangka mewujudkan visi Gubernur Provinsi Lampung untuk mewujudkan Lampung Jaya.
Gunaidi pun menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan umumnya dipenuhi dari sektor perunggasan. Pembangunan sektor perunggasan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta swasta.
“Komponen-komponen tersebut perlu bersinergi satu dengan yang lainnya untuk membangun kelembagaan yang terstruktur guna memaksimalkan pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk pengembangan industri perunggasan yang Tangguh. Adanya Teaching Farm Closed House ini diharapkan dapat menyinergikan antara universitas dan industri,” paparnya pada acara peresmian Teaching Farm Closed House di Aula Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Kamis (28/01).
Kerja sama berkelanjutan
Pertumbuhan industri perunggasan telah berkembang menuju modern farming yang menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi dan mengadopsi kebutuhan industri baik segi fasilitas penunjang pendidikan, pengembangan kurikulum dan kualitas tenaga pengajar.
Dalam sambutan Rektor Universitas Lampung (Unila), yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Yulianto, M.Si, mengungapkan bahwa hibah kandang ayam pedaging modern untuk Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sangat bermanfaat khususnya untuk kemajuan penelitian dan pengembangan jurusan peternakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang telah menjadi bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa karena dengan adanya Teaching Farm Closed House ini, di samping mendukung menyediakan pangan protein hewani asal unggas juga sebagai sarana untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Universitas Lampung juga diharapkan dapat menjadi lembaga pendidikan dan riset yang akan menghasilkan sumber daya manusia atau lulusan yang kompeten di bidang perunggasan. Selain itu, Unila dapat berperan penting dalam melahirkan ide-ide kreatif melalui berbagai riset dan pengembangan khususnya di bidang peternakan.

“Semoga dapat terus terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dalam peningkatan produktivitas produksi atau mutu produk yang dihasilkan agar dapat dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Lampung (Unila) selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran bagi para mahasiswanya agar menjadi lulusan Unila yang memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya industri peternakan.

Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, MS selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengatakan bahwa kualitas penelitian, pengembangan, inovasi teknologi dalam budi daya dan teknologi closed house semakin dibutuhkan, karena hal itu untuk menjawab tantangan
dan meningkatkan daya saing industri perunggasan secara nasional.

Menurutnya Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian berkomitmen menjadi tempat belajar selain bagi civitas akademika Universitas Lampung juga dapat memberikan informasi dan kemanfaatan bagi masyarakat dan tentunya bagi pemerintah daerah untuk kemajuan industri perunggasan di Provinsi Lampung.

Pada tahun 2018 lalu, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung mendapatkan dukungan sarana prasana dalam proses pengajaran di Teaching Farm Closed House dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI).
“Hibah tersebut berupa peralatan kandang closed house untuk kapasitas 3.000 ekor kepada Universitas Lampung (Unila) dan saat ini kerjasama berkelanjutan dengan penambahan bangunan maupun peralatannya dengan kapasitas menjadi 6.000 ekor. Kami menghaturkan terima kasih kepada CPFI,” ujar Irwan
Dalam kesempatan ini hadir pula Dr (HC). Tjiu Thomas Effendy, SE., MBA selaku Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Pada sambutannya, Thomas mengungkapkan tujuan dalam hibah sarana prasarana teaching farm tersebut adalah Charoen Pokphand Indonesia ingin mendukung dalam membangun SDM perunggasan Indonesia yang siap kerja dan siap menjadi wirausahawan.
“Semoga dapat menjadi media dalam proses belajar mengajar mahasiswa dan dosen untuk mengetahui secara langsung dalam budi daya perunggasan secara closed house, tidak hanya secara text book atau media video pembelajaran. Kami berharap adanya sarana prasarana ini dapat bermanfaat dan dapat melakukan penelitian atau riset untuk siap terjun dalam persaingan global,” ujarnya.
Selain itu, industri perunggasan juga akan tetap membutuhkan dukungan soft skill dari sumber daya manusia untuk dapat menggunakan teknologi tersebut secara maksimal bagi industri perunggasan.
Adanya pengembangan Teaching Farm Closed House di Jurusan Peternakan Fakultas Petanian Unila tentu harapannya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan menciptakan SDM yang andal, unggul dan kompetitif yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi khususnya peternakan. Semua itu pada akhirnya mendukung peningkatan produksi daging sehingga Provinsi Lampung dicita-citakan sebagai lumbung ternak nasional juga bisa menyejahterakan rakyat Lampung. Adv