POULTRYINDONESIA, Bogor – Kemajuan teknologi saat ini sudah menjalar ke sektor peternakan. Hari ini kita dapat menjalankan peternakan kapanpun dan dimanapun. Alasan inilah yang mendorong PT Rumput Ilalang Hijau untuk melaksanakan seminar bertemakan “Smart Poultry:  Solusi Cerdas Peternak Meningkatkan Efisiensi Budidaya Ayam Broiler” pada Rabu (28/2) di Olè suites, Sentul City, Bogor.
Dalam sambutannya, Heri Irawan selaku Co-Founder PT Rumput Ilalang Hijau berharap dengan adanya diskusi mengenai teknologi dalam peternakan, para pelaku usaha dapat berkolaborasi untuk kemajuan industri peternakan. “Biaya produksi yang mahal dan harga livebird yang tidak stabil, membuat saya menyadari bahwa sebagai peternak, kita harus pintar menekan biaya produksi. Dengan adanya teknologi perkandangan, biaya produksi tentunya dapat ditekan,” ujar Heri.
Sesi pematerian pertama diisi oleh Bagoes Harywanto sebagai perwakilan dari PT Budi Jaya Selaras. Ia menjelaskan bahwa kandang adalah faktor yang sangat penting untuk memberikan kenyamanan pada ayam. Saat ini tipe kandang sangat beragam. Dirinya menyarankan untuk dapat memilih tipe kandang yang paling nyaman untuk ayam sekaligus menguntungkan peternak. “Kandang tipe cages memang memakan biaya investasi yang lebih tinggi dibanding kandang postal. Tetapi biaya maintenance kandang cages lebih minim sehingga dapat menekan biaya produksi,” jelasnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Krisyanto selaku perwakilan dari CV Universal Pratama Sintesa memaparkan bahwa lebih baik menggunakan baja ringan dibandingkan dengan kayu. “Baja ringan selain harganya yang lebih murah dibandingkan dengan kayu, baja ringan juga lebih tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim dan aman dari serangan rayap. Baja ringan juga tidak membutuhkan perawatan berarti,” ucapnya.
Selanjutnya, Surya Putranto selaku  Technical Sales Support dari PT Surya Maju Sukses menjelaskan bahwa pemilihan baja ringan pun harus diperhatikan kualitasnya. Sebaiknya diperhatikan ketahanannya terhadap karat, umur pakainya juga  biaya dan perawatannya. “Pilihlah baja ringan yang sudah pasti SNI, pemasangan yang mudah dan cepat, dan pastikan baja yang anda beli terdapat garansi dan layanan konsumen yang baik”.
Pematerian dilanjutkan oleh Bayu Abi Pamungkas yang merupakan Business Development Manager di PT Intitek Presisi Integrasi. Bayu menyampaikan pentingnya digitalisasi di bidang peternakan. Salah satunya adalah timbangan digital, yang saat ini belum banyak digunakan.
“Masih banyak peternak yang menggunakan timbangan manual sehingga angka yang dihasilkan kurang akurat. Dampak dari kurang akuratnya angka ini sering disepelekan, padahal ini berdampak pada pengambilan keputusan, pengelolaan pakan yang tidak efisien dan ketidakpastian proses panen,” ungkap Bayu.
Sementara itu, Ading Nurjaman selaku Founder PT Rumput Ilalang Hijau dalam pemateriannya mengajak peternak dan semua yang bergelut di industri ayam broiler ini untuk bersama membangun dan saling berbagi tips untuk mempermudah budi daya ayam broiler.