POULTRYINDONESIA, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa telur ayam menjadi salah satu komoditas paling penting dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026, sehingga pemerintah perlu mendorong ekspansi peternakan ayam petelur nasional agar pasokan telur mencukupi sepanjang program ini berlangsung.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa permintaan pasokan bahan pangan meningkat seiring dengan jumlah penerima MBG yang kini bertambah. Untuk menjamin ketersediaan telur dalam menu bergizi yang disajikan kepada peserta program, BGN mengusulkan penambahan sekitar 1.500 peternak ayam petelur baru yang diharapkan dapat memasok telur secara rutin ke jaringan dapur MBG di seluruh Indonesia.
“Usulan penambahan peternak dan populasi ayam petelur itu sudah kami sampaikan ke Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional). Kami memperkirakan dibutuhkan sekitar 6 juta ekor ayam petelur tambahan untuk mendukung penyajian telur minimal dua kali dalam seminggu di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ucapnya dalam konferensi pers, Kamis (8/1).
Usulan penambahan peternakan tersebut berkaitan dengan adanya lonjakan kebutuhan telur seiring semakin luasnya jumlah penerima MBG yang kini mencapai 55,1 juta orang. Dalam satu kali masak di setiap SPPG, dibutuhkan sekitar 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 350 kilogram sayur, serta 450 liter susu.
Peningkatan skala kebutuhan bahan pangan untuk program ini juga menciptakan efek berantai terhadap perekonomian daerah. “Operasional dapur-dapur SPPG kini menyerap sekitar 700-890 ribu tenaga kerja di dapur MBG seluruh Indonesia, sehingga program ini tidak hanya berdampak pada penerima makanan, tetapi juga pada lapangan kerja di tingkat lokal,” sambung Dadan.
Selain itu, setiap unit SPPG terhubung dengan jaringan pemasok bahan baku, mulai dari komoditas pokok hingga protein hewani dan bumbu. Rantai pasok ini melibatkan banyak unit usaha yang pada gilirannya ikut menggerakkan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di sektor pangan dan peternakan.
Dorongan BGN untuk menambah jumlah peternak ayam petelur merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjamin keberlanjutan program MBG sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam hal penyediaan protein hewani. Peran peternak lokal akan semakin vital seiring dengan target perluasan MBG yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Produksi para petani, peternak, dan nelayan bisa diserap oleh setiap SPPG, sehingga gairah untuk meningkatkan produktivitas wilayah sekarang sudah mulai meningkat,” ujarnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.