Telur pangan bergizi dan terjangkau
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Di masa yang akan datang diprediksi antimicrobial resistence (AMR) atau resistensi antimikroba merupakan penyebab kematian tertinggi pada manusia dibanding kanker, diabetes melitus, dan hipertensi. Hal tersebut diakibatkan berbagai antimikroba yang resisten pada beraneka ragam mikroba patogen, yang pada akhirnya memicu munculnya berbagai macam penyakit yang sulit disembuhkan.
Baca juga : Ancaman Resistensi Antibiotik masih Menghantui
Salah satu pemicu yang berperan penting dalam penyebaran dan pengembangan AMR adalah sumber pangan. Adanya mikroba pada sumber pangan memungkinkan semua orang terpapar AMR. Oleh sebab itu, perkara yang patut menjadi perhatian saat ini adalah perihal keamanan pangan. Keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.
Sumber pangan yang kini menjadi perhatian adalah telur. Selain kaya akan khasiat, juga memiliki harga yang sangat ekonomis sehingga dapat dijangkau dari berbagai kalangan. Manfaat konsumsi telur antara lain menjaga kesehatan jantung, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan mata, menjaga imun tubuh dan membentuk jaringan tubuh. Namun untuk memperoleh ragam manfaat dari konsumsi telur maka diperlukan telur yang sehat.
“Untuk konsumsi telur yang sehat maka perlu dilakukan pengawasan pada proses keamanan pangan dan penyediaan pangan ASUH”, Jelas Lili Mawardi Selaku Kepala Dinas Peternakan Lampung pada acara talkshow “Telur Untuk Indonesia Sehat dan Cerdas” dalam rangka Pekan Peduli Antimikroba Sedunia 2021 di Kota Metro dan siaran secara langsung melalui aplikasi Zoom, Sabtu (20/11).
Selain pelbagai manfaat tersebut, menurut Lili telur juga memiliki peranan penting dalam mengatasi permasalahan stunting. Hal ini didukung oleh pernyataan Yerry selaku asisten II Kota Metro memaparkan bahwasanya konsumsi telur patut diperjuangkan apalagi pada saat kondisi stunting.