Daun pegagan koleksi Balittro
Oleh: Yuli Arif Tribudi, SPt, MP1) dan Arina Nurfianti, Ners, M. Kep2)
Puyuh merupakan unggas dwi fungsi yang dapat menghasilkan daging dan telur, sehingga puyuh dapat dijadikan sebagai sumber pemenuhan protein hewani. Unggas yang bernama latin Coturnix-coturnix japonica dapat mencapai dewasa kelamin sekitar umur 42 hari dengan produksi telur antara 200-300 butir setiap tahunnya. Berat telur yang dihasilkan oleh puyuh kurang lebih 10 gram/butir atau 7-8% dari berat badan. Untuk menunjang produksi telur puyuh tersebut, maka diperlukan adanya peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas pakan, salah satunya yakni dengan penambahan feed additive dalam pakan.

Puyuh merupakan jenis unggas berukuran mini namun bersifat dwi fungsi, yaitu sebagai penghasil telur maupun daging. Untuk menunjang produksinya, maka diperlukan peningkatan kualitas maupun kuantitas pakan, salah satunya dengan penambahan imbuhan pakan dari tepung daun pegagan.

Nutritive feed additive yang berasal dari tumbuhan memiliki keunggulan, terutama dilihat dari efeknya terhadap peningkatan palatabilitas (appetizer), peningkatan penampilan produksi, peningkatan efisiensi penggunaan pakan, keseimbangan mikroflora saluran pencernaan, peningkatan sekresi dan aktivitas enzim pencernaan dan kesehatan unggas serta mengurangi kelemahan penggunaan antibiotik sintetik. Umumnya dalam suatu tanaman mengandung satu atau beberapa molekul aktif (Frankic et al., 2009). Salah satu bahan alami yang terdapat di Indonesia dan dapat dijadikan imbuhan pakan untuk puyuh yaitu daun pegagan.
Baca Juga: Efek Penggunaan Azolla dan Enzim Selulase Terhadap Karkas dan Nilai Ekonomis Itik Kerinci
Kandungan yang dimiliki daun pegagan (Centella asiatica) seperti asam amino, flavanoid, trepenoid, dan minyak atsiri ini diduga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Banyaknya manfaat dari daun pegagan bagi kesehatan manusia maupun hewan ini menarik minat peneliti untuk meneliti lebih lanjut tentang khasiat yang dimiliki daun pegagan. Saat ini, telah banyak dilakukan penelitian dengan memanfaatkan tanaman ataupun ekstraknya sebagai feed additive pada ternak karena dibandingkan dengan antibiotik sintetik karena terbukti lebih alami, bebas residu, dan lebih ideal digunakan sebagai pemicu pertumbuhan unggas. 1)Dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, 2)Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2020 dengan judul “Tepung Daun Pegagan Bermanfaat untuk Produktivitas Puyuh”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153