POULTRYINDONESIA, Kuningan – PT ASputra Perkasa Makmur (ASPM) kembali melahirkan suatu terobosan program pemberdayaan bagi masyarakat perdesaan yang diperkenalkan dengan Program Paranjê500. Program ini merupakan suatu konsep kerjasama kemitraan pemeliharaan ayam broiler khusus skala rumah tangga.
Skema kerjasama yang ditawarkan untuk Paranjê500 ini tidak jauh berbeda dengan Paranjê5000. Perbedaan yang cukup mendasar yaitu dari segi kapasitas kandang ayam yang diperuntukkan hanya untuk 500 ekor ayam dengan tipe closed house. Peminjaman kandang yang difasilitasi oleh PT ASPM masih menjadi unggulan program Paranjê, karena memang investasi kandang masih menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berwirausaha di peternakan ayam.
Baca juga : Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri ASPM Berkolaborasi dengan Pesantren Hadirkan Paranje
Wilayah Kuningan , Jawa Barat menjadi pilot project untuk pengembangan program kemitraan Paranjê500. PT ASPM menggandeng PT Mutiara Qurani Semesta (MQS) dan melakukan penandatanganan kerjasama nota kesepahaman berlangsung di lokasi Peternakan Paranjê500 di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kab. Kuningan, Kamis, (30/9).
Menurut Aif Arifin Sidhik selaku CEO PT ASPM mengungkapkan inisiasi program Paranjê500 didasari oleh semangat untuk memberdayakan masyarakat, yang saat ini kondisi peternak sekala UMKM tidak berdaya terhadap tantangan di dunia peternakan. Sarana produksi atau fasilitas produksi yang mereka punyai sangat tradisional dan hasil produksi sudah jelas tidak efisien dibanding kandang modern.
“Diharapkan dari program ini, ekonomi masyarakat menengah kebawah di pedesaan dapat meningkat sehingga daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani mereka juga dapat terpenuhi,” harap Aif dalam sambutannya.
Sementara menurut Sahrudin, yang merupakan Direktur Utama PT.Mutiara Qurani Semesta menjelaskan dalam sambutannya, MQS merupakan suatu usaha berbadan hukum yang didirikan oleh para tokoh pendiri MQEF.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT ASPM yang telah mempercayakan kerjasama ini kepada PT MQS serta tentunya support seluruh pihak. Kami berharap akan melahirkan peternak tangguh dari anggota kami yang mampu menambah penghasilan bagi keluarganya guna meningkatkan kemandirian ekonomi di dalam sebuah keluarga,”terangnya.
Dalam acara ini hadir pula Ir. Jafar Ismail, M.M, selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan, Jawa Barat, Dr. Deni Hamdani, M.Si, selaku Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Kuningan, Jawa Barat, Dr. Asep Herman, selaku Pembina MQEF (MQ Enterpreneur Forum), dan Nabia Nurhamdani, selaku EVP Poultry Operations & Co Founder PT ASPM.
Ardian Hadinata, Broiler Production Manager PT ASPM memaparkan untuk program Paranjê500 kandang yang digunakan berukuran 2×5 m dengan luas lahan 9x5m dan kebutuhan listrik hanya 400 watt sehingga sangat terjangkau oleh masyarakat.
“Mengenai sharing profit program Paranjê500, mitra mendapat 65% lebih tinggi dibandingkan ASPM sebesar 35%. Kami juga menyediakan technical service dan tenaga maintenance yang cepat tanggap untuk mendukung mitra kami” tambah Ardian.
Disampaikan pula oleh Muhammad Ikhsan Purnama Nugraha, Manager Bisnis Operations ASPM, untuk memudahkan peternak ASPM menyediakan pula aplikasi Paranje yang dapat diunduh pengguna smartphone android dari play store.
“Paranje App menyediakan panduan pemeliharaan yang dapat memudahkan mitra bahkan pemula. Sistem pemeliharaan dan pencatatan dilakukan secara digitalisasi dan dapat dimonitoring dari jarak jauh. Aplikasi dilengkapi dengan warning notification, contohnya apabila terjadi perubahan suhu di luar standar operational peternak dan petugas dapat mengetahuinya dan segera dilakukan pengecekan kandang” jelasnya.
PT ASPM berkomitmen melalui program Paranjê5000 dan Paranjê500 untuk terus memajukan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui Kemitraan Ayam Pedaging yang didasari oleh semangat pemberdayaan masyarakat.