ND merupakan penyakit viral yang bersifat kontagius pada unggas, salah satunya ayam (Sumber gambar: farmandairy.com)
Oleh : drh. Sulaxono Hadi dan drh. Ratna Loventa Sulaxono*
Newcastle Disease (ND) atau Tetelo adalah penyakit viral yang disebabkan oleh Paramyxovirus (PMV-1). Virus ini menyerang unggas pada semua umur di semua penjuru dunia. Ada beberapa tingkat keganasan virus ND, yaitu lentogenik, mesogenik dan velogenik. Serangan virus lentogenik tidak menimbulkan gejala klinis penyakit, sedangkan virus mesogenik menimbulkan gejala ringan berupa gangguan pernapasan yang menyerupai penyakit lain pada unggas seperti Infectious Bronchitis (IB), serta Chronic Respiratory Disease (CRD). Serangan virus velogenik menimbulkan kematian pada ayam, kematian bisa mencapai 100%. Strain virus lentogenik banyak dimanfaatkan untuk pembuatan vaksin ND setelah virus diisolasi, dijinakkan, dan diproses untuk produksi vaksin.

Bimbingan secara teknis tentang manajemen pemeliharaan perlu dilakukan kepada peternak pemula yang belum mengerti tentang manajemen vaksinasi dan tata laksana pemeliharaan ayam. 

Secara klinis, serangan strain virus mesogenik menimbulkan gejala yang relatif ringan mulai dari gangguan pernapasan hingga kematian. Infeksi bisa diperberat dengan adanya infeksi sekunder bakterial. Pada serangan strain velogenik, terjadi serangan pada organ viseral dan gangguan pada susunan syaraf pusat. Adanya serangan pada jaringan syaraf pusat atau otak disebabkan oleh virus yang menginvasi jaringan otak. Hal ini menyebabkan gejala inkoordinasi pada ayam, ditandai dengan berputarnya kepala ayam atau yang disebut tortikolis.
Virus ND menular melalui kontaminasi dari eksudat saluran napas yang juga dapat menular dari tinja. Penyebaran atau penularan terjadi secara cepat di antara ayam sekandang melalui media yang terkontaminasi, air minum, pakan, pekerja kandang, serta rodensia yang mencari pakan di dalam kandang. Penularan antarkandang bisa terjadi melalui pekerja, peralatan kandang, dan rodensia. Dari tempat usaha peternakan yang terserang ND dapat menular ke tempat usaha lainnya melalui petugas, virus yang mengontaminasi alat angkut pakan, kendaraan petugas, juga transfer pakan yang terkontaminasi.
Terdapat berbagai faktor predisposisi serangan virus ND, yaitu ayam yang belum tervaksinasi ND, adanya faktor imunosupresif, stres akibat kondisi cuaca dan iklim, penumpukan amonia di kandang atau bawah kandang, serta stres karena panen yang tidak tuntas. Higiene dan sanitasi serta tata laksana pemeliharaan turut menjadi faktor stres yang memicu timbulnya penyakit. Desinfeksi kandang selayaknya dilakukan secara reguler untuk mencegah adanya kontaminasi virus ke dalam kandang.
Perubahan patologi kadaver
Serangan agen penyakit pada hospes seperti halnya virus ND akan meninggalkan jejak pada organ dari ayam yang terserang. Serangan virus ND velogenik (VVND) menimbulkan jejak yang spesifik. Pada 2 organ tubuh ayam yaitu pada proventrikulus atau lambung kelenjar serta pada kelenjar pertahanan atau Payer’s patch yang terletak pada titik pertemuan usus halus bagian belakang dengan caecum.
Baca Juga: Sejarah Mitos dan Fakta Tentang Penyakit ND di Indonesia
Perubahan yang terjadi pada organ-organ tersebut yaitu Payer’s patch mengalami perdarahan, lapis mukosa lambung kelenjar yang menunjukkan bintik-bintik merah, serta adanya perdarahan pada batas proventrikulus dan gizzard dapat dijadikan patokan diagnosa di lapangan. Konfrimasi diagnosa dapat dilakukan dengan mengirimkan organ ke laboratorium untuk identifikasi virus dengan uji RT-PCR atau dengan pengujian imunohistokimia.
Adanya serangan virus pada usus menyebabkan tinja ayam mengandung virus dan berpotensi mengkontaminasi kandang, litter, tempat pakan, dan lingkungan yang merupakan sumber penularan bagi ayam lainnya yang sekandang. Adanya virus pada kantung udara dan paru menyebabkan adanya gangguan pernapasan. Keberadaan virus juga dapat ditemukan pada bagian mata yang bisa keluar bersama air mata ke hidung ayam atau pipi ayam. Virus VVND cukup banyak ditemukan pada jaringan otak ayam. Pemeriksaan secara histokimia memudahkan untuk mengidentifikasikan virus pada berbagai organ tubuh ayam dengan warna kecoklatan.
Para peneliti di dunia telah melakukan isolasi virus VVND dari kasus kematian ayam yang ditemukan di masyarakat. Sebagian besar isolat tersebut didaftarkan dalam GenBank untuk melihat kekeratannya dengan virus VVND yang ada berasal dari daerah atau negara lain. Lalu lintas unggas atau peran burung liar yang bersifat karier yang melakukan migrasi melintasi beberapa negara dapat memindahkan virus dari satu negara ke negara lainnya. *Medik Veteriner Balai Besar Veteriner Maros.
Potongan artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2020 ini dilanjutkan pada judul “Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tetelo”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153