Tak mempunyai latar belakang peternakan, tak membuat Thomas menyerah pada dunia perunggasan. Meski sempat tidak begitu bisa di awal perjalanan, namun dengan usaha yang dinikmati, dirinya sanggup berkarier hingga saat ini.
Nama lengkapnya adalah Thomas Kristianto, seorang individu yang berbakat dan bersemangat dalam dunia penjualan, khususnya di dunia perunggasan. Lahir di Kulonprogo, Yogyakarta, Thomas dibesarkan dari keluarga yang mempunyai latar belakang pegawai negeri. Dimana ibunya merupakan kepala sekolah SD, sedangkan ayahnya bekerja di Dinas Pendidikan. Dengan latar belakang tersebut, maka cukup beralasan apabila orientasinya menjadi pegawai, bukan pengusaha.
Kendati saat ini berkiprah di industri perunggasan, namun Thomas mengaku bahwa masa kecilnya terasa cukup jauh dengan dunia peternakan. Terkait peternakan, ia mengaku bahwa saat kecil hanya melihat di TV sangat banyak domba di Australia. Karena hal tersebut dan melihat temannya pelihara domba, Thomas bersama saudaranya pun ikut-ikutan memelihara domba. Oleh karenanya, mencari rerumputan untuk pakan domba, membersihkan kandangnya, mengurus hewan disaat sakit sudah tidak asing lagi bahkan menjadi kegemarannya.
“Melihat teman yang pelihara domba, saya dan adik saya penasaran ingin pelihara juga. Mungkin saat itu, masih SD. Akhirnya kita kerja sama untuk memelihara domba, sekitar 6 ekor. Dari kecil, kita besarkan dan akhirnya kita jual dombanya dan kita belikan sepatu pada saat itu. Sejak pelihara domba ini saya dan saudara saya yang asalnya rajin bertengkar jadi lebih memiliki rasa kasih sayang satu sama lain. Itulah momen dimana saya merasa tertarik dengan dunia peternakan,” jelasnya saat ditemui di daerah Jakarta Pusat oleh Tim Poultry Indonesia, Jumat (19/4).
Memilih jurusan peternakan pun bukanlah sebuah hal yang benar-benar direncanakan. Sembari bernostalgia, dirinya menuturkan bahwa sosok om nya lah yang menjadi gambaran untuk memilih jurusan peternakan UGM. “Aslinya saya dulu bercita-cita menjadi farmakologi, makanya dari SMA pun saya senang dengan pelajaran kimia. Untuk peternakan, karena saat itu om saya lulusan peternakan dan bekerja sebagai kepala cabang sebuah Bank BUMN. Nah, kakak saya yang kuliah jurusan pertanian bilang ke saya, bahwa kuliah peternakan itu bisa cepat dan langsung kerja, dengan memberi contoh sosok om saya. Dari situ, akhirnya saya memilih untuk masuk ke jurusan peternakan karena kuliah cepat, bisa kerja di bank dan bergelar insinyur. Namun, angkatan saya menjadi gelar S.Pt pertama saat itu,” ucap Bapak dari 3 anak ini.
Kemudian, selama berkuliah di UGM, pria kelahiran 12 Juni 1970 ini tidak hanya berfokus pada akademik semata, namun juga mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Dimana diantaranya adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan kelompok pecinta alam Caravan. Dengan mengikuti berbagai kegiatan di organisasi mahasiswa tersebut, Thomas mengaku banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang bisa didapatkan.
“Bergabung dengan kelompok pecinta alam saat kuliah adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Kami sering melakukan perjalanan mendaki gunung, berkemah di hutan, dan menjelajahi tempat-tempat alam lainnya. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan saya tentang alam, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sangat penting. Kita belajar bagaimana kerja sama, keberanian, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Setiap perjalanan memberi saya momen yang tak terlupakan dan kenangan yang akan selalu saya kenang,” ujar Thomas.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










