Acara Rapat Anggota Koperasi dan Rencana Kerja Koperasi Wira Sakti Tahun 2021 di Bogor
POULTRYINDONESIA, Bogor – Iklim usaha budi daya broiler yang kurang kondusif selama dua tahun ke belakang membuat para peternak di Bogor berhimpun dalam wadah koperasi yang diberi nama Koperasi Produsen Wira Sakti Utama yang berdiri pada akhir tahun 2020 lalu.
Setelah berjalan beberapa waktu dan melewati beratnya kondisi bisnis perunggasan pada tahun 2020, Koperasi Produsen Wira Sakti Utama menggelar Rapat Anggota Koperasi dan Rencana Kerja Koperasi Tahun 2021 di Bogor, Jawa Barat, Senin (18/1).
Sugeng Wahyudi, Ketua Koperasi Produsen Wira Sakti Utama mengatakan bahwa rapat ini akan mengevaluasi kinerja koperasi pada tahun lalu serta menyusun program kerja yang di dalamnya termasuk pembiayaan.
Secara umum, kondisi bisnis yang kondusif sangatlah diperlukan oleh koperasi, sehingga diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak dan juga tentunya dukungan dari pemerintah.
“Koperasi tengah berupaya melakukan peningkatan integritas, transparansi dan profesionalitas, sehingga pada akhirnya dapat maju bersama dan para anggota mendapatkan keuntungan dari proses budi daya yang dilakukan,” ujarnya.
Masih menurutnya, tidak seperti tahun 2020 di mana hampir semua peternak yang tergabung di koperasi mengalami kerugian yang cukup besar, pihaknya berharap kondisi semacam ini tidak akan terulang lagi dengan usaha bersama, berkoordinasi dan berkorporasi melalui koperasi.
“Dengan koperasi ini, identitas pelaku menjadi jelas sehingga pemerintah juga tidak mengalami kesulitan apabila jika nantinya akan berperan,” tegasnya.
Baca Juga: Koperasi Unggas Wirasakti Ajak IPB Berdiskusi Tentang Koperasi
Hal senada disampaikan oleh Wismaryanto, Wakil Ketua Koperasi Produsen Wira Sakti Utama yang mengungkapkan bahwa roh dari koperasi ini adalah perlindungan bagi peternak rakyat mandiri.
Rasa optimis koperasi kian melambung kala banyak pihak yang bersedia mendukung. Dari sapronak, terkhusus DOC terdapat 4 atau 5 pihak yang telah membantu. Kemudian koperasi juga telah menjalin kerja sama dengan De Heus sebagai suplier pakan dan nantinya akan terdapat dari pihak lain. Selain itu, di sisi hilir koperasi telah berhubungan dengan beberapa pihak RPHU dan pemerintahan.
“Sejak dirilis sekitar bulan November 2020, omzet koperasi telah mencapai sekitar 5 miliar rupiah dengan surplus keuangan koperasi sekitar 100 juta rupiah,” ujarnya.
Semangat berkoperasi juga telah menular kepada teman-teman peternak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang telah siap berkonsolidasi dan merapat untuk bergabung dalam satu wadah usaha koperasi yang nanti bentuknya akan dimusyawarahkan.
“Sampai saat ini berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu gebrakan selanjutnya,” kata Wismarianto.
Dalam kesempatan yang sama, Hery Wibowo, Bendahara Koperasi Produsen Wira Sakti Utama menyampaikan bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak kita dapat mengatur uang dari sisi keuntungan atau perputaran sehingga dapat dikembangkan menjadi inovasi. Dalam hal ini inovasi akan diarahkan kepada pembangunan kandang produksi yang dijalankan secara bersama.
“Selain itu pengembangan juga diarahkan kepada proses pembibitan dengan kerja sama dengan pihak-pihak yang secara infrastruktur lebih menguasai. Dari beberapa waktu berjalannya koperasi, dari segi keamanan dan keuangan saya yakin tidak ada keraguan dari pihak suplier untuk mendukung berjalannya koperasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Budi yang juga salah satu pengurus Koperasi Produsen Wira Sakti Utama menambahkan bahwa dengan koordinasi internal ini diharapkan sinergi dan kekompakan antar anggota dapat meningkat.
“Kerja sama koperasi dengan berbagai pihak terutama suplier dan pemerintah sangat diharapkan karena setelah dua tahun berdarah-darah melewati badai bisnis yang terjadi, muncul secercah harapan melalui gerakan bersama dalam wadah koperasi ini,” pungkasnya.