POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sustainable Development Goals atau disingkat SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tujuan SDGs point nomor 2 adalah Tanpa Kelaparan atau Zero Hunger, dimana SDGs point tersebut adalah untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan nutrisi dan promosi pertanian yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan ini, Indonesia, sebagai negara yang sangat tergantung pada sektor pertanian memiliki peran penting dalam mewujudkan SDGs Tanpa Kelaparan dan juga menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Berkaitan dengan hal tersebut, peran mahasiswa sangat penting dalam mencapai tujuan SDGs Tanpa Kelaparan dan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dan kemandirian pertanian di Indonesia. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan dalam upaya membangun ketahanan pangan dan mewujudkan lumbung pangan dunia.
Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (Timpi) merupakan agenda tahunan ISMAPETI yang pada tahun ini diselenggarakan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Acara ini diharapkan mampu sebagai salah satu jembatan untuk Mahasiswa dapat berperan aktif dalam membangun kesadaran dan memperkuat kebijakan yang berorientasi pada ketahanan pangan. Pada kegiatan ini Mahasiswa di tuntut untuk berinovasi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Peternakan yang menjadi salah satu sub-sektor pertanian dalam mewujudkan SDGs Tanpa kelaparan dan lumbung pangan dunia 2045.
Dengan kegiatan ini diharapkan Mahasiswa juga dapat berperan sebagai pelopor gerakan kemandirian pangan, Peternakan terpadu, mendorong masyarakat menghasilkan makanan sendiri dan meningkatkan akses terhadap pangan yang berkualitas. Selain itu, dengan adanya perlombaan TIMPI 2023 mahasiswa juga dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan produktivitas PeternakanMereka dapat melakukan riset dan pengembangan terhadap teknologi pertanian yang lebih efektif, membantu dalam pengembangan sistem produksi yang ideal, mempromosikan Peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ada 8 cabang lomba yang diadakan
1. Karya Tulis Ilmiah
2. Debat Peternakan Nasional
3. Judging Ternak (Hybrid)
4. Kompetisi Bisnis, Manajemen, Keuangan Peternakan
5. Three Minute Thesis (TMT)
6. Fotografi
7. Poster
8. Essay
Adapun untuk Timelinenya sebagai berikut:
Pendaftaran Gelombang 1 : 1 – 14 Juli 2023
Pendaftaran Gelombang 2 : 17 – 31 Juli 2023
Technical Meeting : 15 Agustus 2023
Finalisasi dan Pengumuman : 2-4 September 2023
Untuk booklet perlombaan dan juga link pendaftaran bisa akses di
https://linktr.ee/timpi2023
Pada Sosialisasi Temu ilmiah mahasiswa peternakan Indonesia 2023 pada 20 Juni 2023, Candra selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa kegiatan ini bisa ngesah kemampuan mahasiswa peternakan Indonesia di bidang yang linier. Dia juga berharap Mahasiswa Peternakan seluruh Indonesia bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dengan demikian, peran mahasiswa sangat penting dalam mewujudkan SDGs Tanpa Kelaparan dan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam upaya membangun ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang berkelanjutan, Indonesia akan menjadi negara yang tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya dan bahkan dapat menjadi lumbung pangan dunia.










