POULTRYINDONESIA, Bogor – Menyikapi ketidakpastian dalam usaha budi daya broiler, seperti meningkatnya harga pakan, fluktuatifnya harga doc dan ayam hidup serta cekaman lingkungan yang tinggi. Sekolah Vokasi (SV) IPB bersama PT. Tri Satya Mandiri (TSM) yang merupakan salah satu unit usaha Tri Group didukung Kementerian Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi mengembangkan model perkandangan Smart Mini Closed House (“SMART PRO”). Perkandangan yang berbasis closed house ini diharapkan mampu menjawab tantangan budidaya ayam broiler.
Dekan Sekolah SV IPB University, Prof. Dr. Arief Daryanto, mengungkapkan bahwa di tengah ketidakpastian perunggasan nasional, efisiensi menjadi keniscayaan. Untuk itu inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada.
“Peran sekolah vokasi sangat strategis dalam upaya mendukung ketahanan pangan baik ketersediaan maupun keterjangkauan. Ditengah ketidakpastian perunggasan nasional, efisiensi menjadi keniscayaan, perkandangan Smart Mini Closed House ini diharapkan mampu menjawab tantangan ini melalui pemanfaatan “SMART PRO” sebagai teaching dan riset factory,” ungkapnya dalam acara Diseminasi matching fund IPB, di Bogor, Jumat (9/12).
Sementara itu, Ramadhana Dwi Putra Mandiri, Direktur PT. Tri Satya Mandiri, mengungkapkan “SMART PRO” merupakan pengembangan perkandangan Mini Closed House yang sudah ada dengan pengembangan inovasi bersama SV IPB. “Pengembangan pada “SMART PRO” ini berupa pengembangan perangakat Internet of Things (IoT) serta manure system. Diharapkan dengan pengambangan ini tercapai efisiensi produksi yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi peternak,” tambahnya.
Dr. Inna Novinaty, SSi,, MSi. dan Sofiyanti Indriasari S.Kom., M.Kom., selaku anggota tim “SMART PRO” kompak menyampaikan bahwa salah satu inovasi pada “SMART PRO” yakni dukungan IoT dalam pengambilan keputusan produksi. Melalui IoT data – data seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, amoniak dan tingkat cahaya dapat diakses secara real time dan dapat diakses dimana saja. Disamping itu juga dilengkapi manure system sehingga lebih mudah dalam pengelolaan kotoran.   
Baca Juga: Riset dan Perkembangan Teknologi untuk Industri Perunggasan yang Lebih Maju
Disisi lain Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis  IPB University berharap inovasi ini selain dapat mendukung proses penelitian juga dapat menjadi pemicu pelaku usaha broiler untuk bisa terus berkembang.
“Harapan kami dari pimpinan dan civitas IPB, selain dapat menjadi pusat penelitian “SMART PRO” juga dapat menjadi triger dan bermanfaat khususnya bagi pelaku usaha budidaya broiler UMKM. Terlebih inovasi ini juga merupakan gagasan dari lintas program studi SV IPB kami harap banyak manfaat dan transfer pengetahuan yang akan memberi manfaat bagi peternak,” ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Danang Priyambodo, S.Pt, MSi., Ketua Tim “SMART PRO” SV IPB dalam penyampaian laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antar program studi SV IPB diantaranya program studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Teknologi Rekayasa Komputer dan Teknologi dan Rekayasa Perangakat Lunak.
“Pembangunan ini dilatarbelakangi karena teknologi closed house yang merupakan salah satu model perkandangan yang mampu mencapai efisiensi produksi, namun dari sisi pembiayaannya sangat mahal. Berkolaborasi dengan TSM yang sudah lebih dulu mengembangkan mini closed house yang relatif pembiayaannya terjangkau, kami kembangkan model ini didukung perangkat IoT dan manure system,” tegas Danang.