Berpengalaman dalam mengembangkan inovasi sains melalui penggunaan mikroba hidup untuk makanan, pakan ternak, serta pertanian. CHR. Hansen sebagai perusahaan global asal
Denmark ini memiliki koleksi bakteri lebih dari 40.000 strain. CHR. Hansen berkolaborasi dengan mitra bisnis, lembaga penelitian dan akademisi terkemuka di seluruh dunia. Dalam pengembangan pasar di Indonesia, CHR. Hansen bekerja sama dengan Cita Indonesia untuk memasarkan produknya pada industri perunggasan.
Acara peluncuran produk GalliPro® Tect dan GalliPro® di Indonesia, CHR. Hansen dan Cita Indonesia menyelenggarakan Seminar Hybrid yang dilaksanakan di Swissotel Jakarta, PIK Avenue (15/3), The Westin, Surabaya (16/3) dan melalui aplikasi Zoom yang dihadiri
oleh berbagai pelaku usaha, praktisi, nutrisionis, formulator di industri pakan ternak dan para peternak dari berbagai wilayah di Indonesia yang dimoderatori oleh Andri B Santosa selaku CHR. HANSEN – Regional Business Development Manager South East ASIA II & Key Accounts APAC Animal Health & Nutrition.
COO Cita Indonesia, Virnanda Aprila Hapsara menjelaskan Cita Indonesia menyediakan solusi nutrisi dan kesehatan (sumber herbal & perdagangan aditif pakan), solusi pertanian, konstruksi & logistik, serta ritel. “Kami akan menjadi pemain probiotik terbaik di Indonesia sekaligus berharap bisa berperan untuk kemaslahatan umat,” ucap Virnanda.
Dalam sambutannya, Edward Manchester selaku Head of Sales APAC, Animal Health and Nutrition CHR. Hansen menjelaskan lebih lanjut mengenai CHR. Hansen. Ia menyebutkan bahwa CHR. Hansen telah terlibat dalam pengaplikasian pada makanan manusia melalui kultur
makan dan enzim, kemudian dalam bisnis kesehatan dan nutrisi yang mencakup pada hewan dan tanaman.
Peran saluran cerna
Dalam peluncuran produk GalliPro® Tect dan GalliPro® di Indonesia, Cita Indonesia menghadirkan Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB University. Prof. Wayan hadir untuk memaparkan materi mengenai Kesehatan Saluran Cerna: Perannya dalam Performans Kesehatan dan Produksi. Penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada industri perunggasan memang sudah dilarang, membuat pelaku industri pakan ternak mencari alternatif pengganti AGP untuk menjaga integritas dan kesehatan saluran cerna. Prof. Wayan mengingatkan bahwa saluran pencernaan sebagai salah satu pintu masuk agen penyakit. “Kesehatan dan integritas saluran cerna dapat dicapai dan dipertahankan dengan berbagai cara dengan memanfaatkan essential oil atau digabung dengan asam organik untuk diperloleh efek yang optimal,” tutup Prof. Wayan.
Jaga kesehatan usus
Prof. Filip Van Immerseel dari Faculty of Veterinary Medicine, Ghent University turut hadir menjelaskan mengenai “Managing Gut Health Challenges In Poultry Production” beliau menerangkan bahwa permasalahan pada kesehatan usus seringkali terjadi karena adanya
patogen (virus, bakteri, parasit serta koksidiosis). Selain itu adanya toksin maupun mycotoxin menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan usus.
Turut hadir pada kesempatan ini, Dorothe Sandvang DVM, PHD selaku Poultry Innovation Manager, CHR. Hansen menerangkan mengenai Strains Matter dari probiotik yang ditemukan CHR. Hansen. Riset panjang telah dilakukan untuk menemukan probiotik yang tepat
bagi kesehatan unggas, karena keberhasilan dari probiotik yang diberikan bergantung pada respon unggas itu sendiri.
Jean Christopher Bodin, Msc. Agr selaku Head of Techinical Services APAC, CHR. Hansen AHN
menyebutkan bahwa selama siklus produksi mikrobioma pencernaan unggas berada di bawah tekanan dari berbagai faktor seperti heat stress, terapi antibiotik, faktor nutrisi dan bakteri patogen. Namun, ketahanan yang terjadi ini akan banyak mempengaruhi performa
dan produksi ekonomi, parameter kebiasaan dan animal welfare.
Melalui produk yang dikembangkan untuk unggas, CHR. Hansen memperkenalkan GALLIPRO® dan GALLIPRO® Tect di Indonesia. GALLIPRO® merupakan probiotik untuk unggas yang dapat meningkatkan performa dengan penggunaannya yang fleksibel dan
memberikan keuntungan secara bersamaan.
“GALLIPRO® mengandung Bacillus subtilis dengan nomor spesifik DSM 17299, berguna untuk meningkatkan ketersediaan protein dan energi yang merupakan bahan untuk melapisi epitel yang berbentuk seperti perisai di atas enterosit. GALLIPRO® Tect lebih berorientasi pada pencegahan enteritis dengan kandungan Bacillus licheniformis (DSM 17236) yang dapat menghambat Clostridium spp. bisa berupa C. Novyi, C. perfringens atau C. septicum. Selain itu meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko NE,” jelas Jean.
Dominicus Niko selaku Sales Director Cita Indonesia menutup seminar hybrid ini, ia mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran pelanggan Cita Indonesia dan CHR. Hansen yang telah hadir pada seminar ini.