Aspek kehalalan menjadi suatu poin penting pada daging yang diproduksi (sumber gambar:www.freepik.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ternak dipelihara karena memberikan banyak manfaat seperti telur, daging, susu, bulu, tenaga kerja, dan lain-lain. Secara umum usaha peternakan merupakan bagian dari kegiatan pertanian.
Prinsip perlakuan ternak dengan baik dapat diimplementasikan melalui penerapan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam proses budi daya hingga pascapanennya. Demikian juga dengan penerapan halal dan thoyib produk hasil ternak, harus selalu dipegang teguh dalam pemanfaatannya baik produk daging, telur, susu, maupun produk olahan lainnya. Berangkat dari hal tersebut, Indonesia Livestock Club menggelar sebuah acara dengan tema “Ternak sebagai Kebutuhan Hidup Manusia” melalui Zoom, Rabu (2/6).
Menurut Prof Tridjoko Wisnu Murti, DEA selaku Guru Besar Fapet UGM menyebutkan bahwa syarat halal dan thayyib dalam produk pangan sangat diperlukan jika ingin diedarkan di masyarakat terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim.
“Konsep halal berdasarkan konsep asalnya dari Al Quran dan Hadis adalah konsep mutu untuk menjaga kesehatan manusia. Oleh karena itu munculah Sertifikat Halal dari lembaga yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” jelas Tridjoko.
Baca Juga: Proses Memperoleh Produk Halal
Selanjutnya menurut Prof Dr. ir Harapin Hafi M.Si sebagai Guru Besar Fapet Universitas Halu Oleo menambahkan bahwa jika ditinjau secara syariat Islam, dalam melakukan kegiatan budi daya ternak haruslah dilakukan dengan memerhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
“Dalam syariat Islam, memperlakukan binatang itu harus dengan baik dalam artian tidak boleh disiksa dan harus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalkan, dalam kegiatan budi daya tidak boleh ada ternak yang kelaparan atau mati karena kurangnya pengamatan dan kontrol dari pemilik kandang,” papar Harapin.
Lebih lanjut berdasarkan paparan drh. Hastho Yulianto yang mewakili Direktur Kesmavet Ditjen PKH Kementan mengungkapkan bahwa aspek kesejahteraan hewan sangat penting dalam produk pangan asal hewan. Tujuannya untuk menjaga kualitas dari produk tersebut sekaligus mengurangi isu kesehatan.
“Penerapan kesrawan ditujukan sebagai sebuah kesempatan dalam memperbaiki teknik dan struktur peternakan untuk mengembangkan penanganan yang produktif, mengurangi isu keaehatan dan menambah nilai jual dari produk tersebut,” ungkap Hastho.