POULTRYINDONESIA, Jember – Ayam Goreng Nelongso menjadi brand kuliner ayam yang cukup berkembang dengan varian sambalnya yang bermacam – macam. Outlet dari Ayam goreng tersebut sudah banyak menyebar di seluruh Indonesia, ada sekitar 70 an outlet yang sudah tersedia. Nanang Suherman, selaku Owner dari Ayam Goreng Nelongso, berbagi pengalaman dalam Workshop Digital Entrepreneur dengan tema ‘Starting from Failure Be a Great Creativepreneur’ yang diadakan oleh Kelompok Studi Kewirausahaan Muda (KSKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember pada Minggu ( 7/11), via Zoom Meeting.
Nanang dalam acara itu mengungkapkan bahwa dirinya tertarik untuk bisnis bidang kuliner itu karena terinspirasi oleh kerabat istri yang berjualan nasi goreng yang terlihat sederhana. Namun, penghasilannya cukup lumayan, mampu membeli rumah di Surabaya, membiayai kuliah anak-anaknya di Universitas ternama di Surabaya.
Baca juga : Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri, ASPM Berkolaborasi dengan Pesantren Hadirkan Paranjê
“Dari situlah, saya tertarik untuk terjun di dunia kuliner, karena saya menemukan sosok yang berhasil, dalam bidang kuliner. Sebab, menurut saya sebelum membuka divisi baru, saya harus menemukan sosok yang berhasil dulu, kalau tidak ada tokoh yang berhasil ya saya tinggalkan, tidak saya lanjutkan,” terangnya.
Selanjutnya Nanang juga melakukan berbagai macam eksperimen, hingga akhirnya memutuskan untuk membuat ayam goreng Nelongso, dengan ciri khas variasi sambalnya serta porsi gratis pada setiap kali pembukaan gerai baru.
Ia mengaku dalam bisnis ia memodifikasi rumus Amati, Tiru, Modifikasi ( ATM) menjadi Amati Tiru Murahkan, ternyata rumus ini manjur, dan membuat bisnisnya semakin berkembang. Ia sadar bahwa pilihan sekarang bagi konsumen adalah murah, dan tetap berkualitas.
” Ada yang menuduh saya dengan rumus itu sebagai perebut pasar. Namun, menurut saya, saya tidak merebut tapi hanya berbagi pasar saja,” tegasnya.
Ia bercerita dalam berusaha hanya butuh dua hal pokok, pemasaran dan operasional, pemasaran bisa memanfaatkan kondisi sosial media yang ada, termasuk menjadikan viral kuliner yang sedang kita kembangkan.
“Membuat viral dari produk kita sangat mudah, tinggal mengundang para YouTuber agar di review. Namun, yang tidak mudah adalah tentang operasional, bagaimana membuat produk yang konsisten itu menjadi tugas selanjutnya,” pungkasnya. Yafi