Seminar dan launching buku manajemen kesehatan unggas modern yang dikarang oleh Tony Unandar
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Media memberikan peranan sebagai penyalur serta penyebaran Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Ir Bambang Suharno selaku Ketua Pelaksana seminar dan launching buku berjudul “Manajemen Kesehatan Unggas Modern di Era Bebas AGP”, di dalam sambutannya mengatakan bahwa Tony Unandar berperan aktif menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang terhitung sudah lebih dari 200 tulisan mengenai kesehatan sejak tahun 1992.
“Saya berharap dengan acara ini dapat bermanfaat dan memberikan ilmu bagi kita semua,” ucapnya. Sambutan tersebut sekaligus membuka acara seminar dan launching yang ditandai dengan penandatanganan poster buku di Hotel Sehati, Ragunan, Jakarta Selatan, Jum’at (20/12).
Tony Unandar, yang merupakan Private Poultry Farm Consultant mengatakan bahwa dalam penanganan penyakit, maka hal yang harus diingat yaitu ketiga perubahan yang terjadi dewasa kini yaitu genetik, global warming (perubahan iklim), dan mutasi patogen.
“Di lapangan kita akan menemukan entah itu kasus baru, kasus kompleks, maupun lama, kita harus memegang tiga hal tersebut agar tidak hilang arah,” ucapnya.
Cepatnya perkembangan ayam modern akan meningkatkan reaksi oksidatif stres pada ayam. Hal tersebut yang berimplikasi pada kerentanan imunitas ayam. Melihat hal tersebut, Tony menegaskan bahwa ayam perlu diberikan lingkungan yang nyaman untuk tinggal, yaitu dengan modernisasi kandang dari model opened house ke closed house. Modernisasi kandang tersebut akan berdampak positif pada kesehatan ayam.
Masih menurut Tony, selama ini kita sudah dininabobokan oleh Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang membantu menyelesaikan masalah dalam usus berupa ketidakseimbangan mikroba atau disebut juga dengan disbakteriosis. Tony menyarankan perlunya penambahan probiotik untuk menangani masalah tersebut karena probiotik dapat meningkatkan intake nutrisi dan kesehatan usus. Ia juga memaparkan bagaimana hubungannya dengan lingkungan, manajemen pemeliharaan, dan bahan-bahan apa saja yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti AGP.