Arab Saudi tengah menjalani transformasi besar dalam industri perunggasan, dengan dukungan kuat pemerintah, perubahan selera konsumen, dan ekspansi kapasitas produksi yang menargetkan 90% swasembada pada 2030
Di tengah hamparan gurun yang kering, Arab Saudi sedang menulis babak baru dalam sejarah ketahanan pangannya. Ayam, yang sejak lama menjadi sumber protein utama masyarakat, kini menjadi simbol strategi besar menuju swasembada. Konsumsi ayam di negeri ini mencapai sekitar 1,6 juta ton pada tahun 2023, dengan rata-rata konsumsi per kapita menyentuh 49 kilogram per orang per tahun. Angka ini menempatkan Arab Saudi sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi ayam tertinggi di dunia. Tidak hanya rumah tangga, restoran, dan pedagang kaki lima, tetapi juga jaringan hotel, katering, dan restoran cepat saji menjadikan ayam sebagai menu harian yang tak tergantikan.
Perjalanan industri perunggasan di Arab Saudi tidak bisa dilepaskan dari perubahan selera masyarakat dan dorongan kuat pemerintah. Jika pada awal dekade lalu produk beku mendominasi, kini tren bergerak ke arah produk segar. Tahun 2021, porsi ayam beku masih sekitar 45 persen, namun pada 2023 turun menjadi 41 persen. Sebaliknya, ayam segar naik menjadi 59 persen dari total pasar. Konsumen Arab Saudi semakin menyukai daging segar meskipun harganya relatif lebih tinggi, karena dinilai lebih sehat dan sesuai dengan preferensi cita rasa. Meski demikian, produk beku tetap memiliki pasar penting, terutama pada sektor katering, hotel, dan restoran yang membutuhkan volume besar dengan harga lebih terjangkau.
Dorongan Pemerintah dan Insentif untuk Produksi Lokal
Pergeseran ini tidak terjadi secara alami semata. Pemerintah memainkan peran besar melalui serangkaian insentif yang dirancang untuk mendorong produksi lokal. The Ministry of Environment, Water, and Agriculture bersama Agricultural Development Fund meluncurkan program subsidi untuk Day Old Chick (DOC) dan pakan, memberikan pinjaman berbunga rendah, serta menetapkan tarif listrik dan solar yang jauh di bawah harga internasional. Bahkan, Arab Saudi membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing untuk memiliki 100 persen kepemilikan pada usaha unggas, lengkap dengan akses terhadap subsidi berbasis produksi. Tidak berhenti di situ, negara juga mewajibkan agar lebih dari 70 persen pasokan pangan dalam kontrak pemerintah dipenuhi dari sumber lokal. Dengan kebijakan ini, rumah sakit, universitas, hingga militer kini hampir sepenuhnya mengandalkan ayam produksi domestik.
Hasil dari kebijakan ambisius tersebut mulai terlihat nyata. Produksi ayam segar tumbuh pesat dengan laju rata-rata tahunan 9 persen sepanjang 2021 hingga 2023. Tingkat swasembada yang pada 2020 baru 60 persen, meningkat menjadi 71 persen pada 2023. Namun tak berhenti disitu, target berikutnya lebih menantang, yakni mencapai 90 persen swasembada pada 2030. Optimisme ini bukan tanpa dasar, sebab tambahan kapasitas produksi yang sedang dibangun diperkirakan mencapai 594 ribu ton hingga 2030, cukup untuk menutup kenaikan permintaan sekitar 405 ribu ton pada periode yang sama.
Gambaran Perkembangan Perunggasan
Rantai nilai perunggasan di Arab Saudi melibatkan banyak tahapan yang saling terkait, mulai dari pabrik pakan, peternakan pembibitan, penetasan, pemeliharaan ayam pedaging, hingga pemrosesan di rumah potong modern. Di setiap tahap, efisiensi dan pengendalian mutu menjadi kunci. Pabrik pakan misalnya, terus didoring untuk membuat formulasi pakan seefisien mungkin. Kemudian industri pembibitan akan mengatur rasio indukan jantan dan betina secara presisi agar menghasilkan telur fertil dengan tingkat keberhasilan tinggi. Hatchery kemudian menginkubasi telur selama 21 hari, dengan tingkat penetasan mencapai 80 hingga 85 persen. Setelah itu, ayam dipelihara hingga mencapai bobot panen, dengan tingkat mortalitas sekitar 5 sampai 10 persen.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi September 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










