POULTRYINDONESIA, Pasuruan – Pemberian imbuhan pakan menjadi komponen penting dalam upaya meningkatkan produksi dan efisiensi ternak. Selain bahan aktif yang digunakan, kualitas imbuhan pakan juga harus menjadi perhatian dalam pemberia imbuhan pakan pakan. Untuk memperlihatkan bagaimana keseriusan dalam memproduksi imbuhan pakan, Trouw Nutrition Indonesia secara langsung mengajak 50 stakeholders terkait, mulai dari pelanggan, media, hingga beberapa pemain penting di industri peternakan dalam kegiatan “Plant Tour” pada 26 – 27 Juli 2023 di fasilitas manufaktur Trouw Nutrition Indonesia yang terletak di Industrial Estate Rembang, Pasuruan.
Presiden Direktur PT Trouw Nutrition Indonesia, Wully Wahyuni, dalam sambutannya mengatakan bahwa penting bagi Trouw untuk selalu menjaga kepercayaan konsumen. Menurutnya ibarat makan di restoran, kita sering penasaran dan bertanya bagaimana kondisi dapurnya, cara masaknya, kebersihannya dll. Dan apabila masakan tersebut diproduksi dengan baik, maka kita akan semakin selera untuk makan di restoran tersut. Maka dari itu, disini pihaknya ingin menunjukkan kepada pelanggan bagaimana alur Trouw dalam memproduksi sebuah produk.
 “Kami ingin pelanggan dapat melihat teknologi dan proses produksi premix di tempat kami dan bagaimana kami sangat memperhatikan kualitas, presisi dan keamanan, yang dimulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi sampai berada di lokasi pelanggan. Kami berkomitmen untuk menjaga produk kami sehingga memenuhi standard kualitas internasional dan aman untuk dikonsumsi. Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana memastikan sisi feed safety. Dan salah satu perlindungan yang kami berikan adalah program tracking dan tracheability yang telah kita terapkan, sehingga apabila ada problem kita bisa bertindak dengan cepat. Dengan standarnya 4 jam, tapi kami bisa kurang dari 2 jam,” terangnya
Tidak hanya menjamin kualitas produk yang dibutuhkan pelanggan saja, Wuli menambahkan bahwa Trouw Nutrition Indonesia juga memiliki Masterlab Asia sejak tahun 2004, yaitu in-house laboratorium bahan baku pakan dan pakan jadi yang telah memiliki sertifikasi ISO 17025 oleh KAN. Saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas uji asam amino, yang selama ini sampelnya harus dikirim ke luar negeri. Namun kini sudah dapat dianalisa di Masterlab Asia.
Dalam kegiatan ini, peserta dapat melihat secara langsung implementasi sistem sertifikasi ISO 22000:2018 oleh SGS, CPOHB dari Kementan, dan FAMI-QS dari DQS CFS GmbH. Perolehan sertifikasi tersebut menandakan bahwa Trouw Nutrition Indonesia telah memiliki sistem feed to food safety yang setara dengan standar internasional dalam pengelolaan keamanan pakan dan ‘Good Manufacturing Practices’ mulai dari pemilihan bahan baku, hingga pengiriman. Head of Quality and Business Development PT Trouw Nutrition Indonesia, Yan Andria menjelaskan bahwa untuk memastikan kualtias produk pada setiap batchnya, Trouw selalu menerapkan sistem Nutrace®, yaitu sistem kendali kualitas yang diterapkan oleh Nutreco. Dimana dalam memilih pemasok bahan baku, perusahaan melakukan evaluasi dan analisa pengujian yang ketat untuk mendapatkan persetujuan dari global tim yang berada di Belanda.
 “Selain itu, tim kami juga rutin melakukan pengendalian mulai dari bahan baku yang telah dipilih hingga produk jadi dan memiliki tata Kelola risiko jika terdapat temuan atau krisis. Kelebihan dari sistem ini adalah semua terekam pada data base kami dan dapat dilakukan penelusuran dengan adanya sistem barcode. Hal ini untuk melakukan penelusuran dan menghindari terjadinya kontaminasi produk,” jelasnya.
Dimana semua produk Trouw Nutrition dibuat berdasarkan riset termasuk formulasi dan spesifikasi yang dilakukan di sepuluh fasilias riset yang tersebar di berbagai negara dan bekerja sama dengan ratusan institusi riset di dua puluh sembilan negara. Proses produksi di Indonesia dilakukan keseluruhan secara otomatis dengan sistem produksi yang siap menghadapi era industri 4.0.