Bisnis kuliner menjadi tren di seluruh kota di Indonesia selama beberapa tahun terakhir
POULTRYINDONESIA, Bandung – Bisnis kuliner menjadi tren di seluruh kota di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari menu yang bervariasi, dari cemilan hingga makanan berat. Memiliki usaha sendiri merupakan keinginan banyak orang. Fleksibilitas kegiatan dan waktu, hingga omset yang tak terhingga membuat tak sedikit generasi muda lebih memilih untuk menjalankan usahanya sendiri ketimbang bekerja di sebuah perusahaan.
Berbagai alasan tersebut yang membuat Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) bekerja sama dengan ILA dan majalah Poultry Indonesia menggelar acara Workshop bertemakan “Rahasia Bisnis Kuliner Daging Ayam” di Grand Sudirman Ballroom, Bandung, Sabtu (29/2).
Andang S Indartono selaku Koordinator Program Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI), mengatakan workshop ini menjadi pemicu para kalangan milenial yang memiliki minat di bidang wirausaha kuliner daging ayam, untuk dapat lebih memahami seluk beluk karakteristik daging ayam baik dari sisi cara penanganannya hingga dalam hal inovasi menu masakannya.
“Acara workshop ini dimaksudkan untuk dapat mencetak sebanyak mungkin wirausaha milenial yang bergerak di bidang kuliner daging ayam, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan konsumsi protein hewani asal unggas melalui kreativitas bisnis kuliner. Kami mengundang narasumber kompeten dari berbagai latar belakang seperti dosen tata boga dan chef, penyedia produk daging ayam higienis dan tentunya dari pemerintah sebagai pihak regulator” ujarnya.
Baca Juga: Memahami Perilaku Konsumen Milenial Tentang Produk Hasil Unggas
Acara yang banyak dihadiri oleh anak milenial tersebut dihadiri lebih dari 70 peserta. Andang menambahkan, dalam acara ini banyak membahas tren bisnis daging ayam yang sedang naik daun serta inovasi apa yang dapat dilakukan agar bisnis ini tetap relevan. “Para pebisnis kuliner tentu saja harus mengetahui seluk-beluk berbisnis, mulai dari memahami permintaan pasar, pemilihan bahan baku, pengelolaan logistik hingga keamanan pangan,” imbuhnya.
Salah satu narasumber workshop, Chef Inno Satria, menjelaskan bahwa bisnis kuliner yang berasal dari daging ayam bisa dikemas dalam bentuk apa saja asalkan memiliki niat untuk berbisnis pasti akan berjalan lancar.
“Jadi, memulai bisnis olahan daging ayam ini sangat mudah. Daging ayam dapat dibuat menjadi apa saja, bisa diambil sayapnya jadi cemilan atau ditambah nasi dan jadi rice box,” ujar chef Inno Satria.
Banyaknya generasi muda yang berminat untuk menjalankan bisnisnya sendiri sangat terlihat pada acara ini. Sebanyak lebih dari 50% peserta, merupakan generasi muda yang ingin memulai bisnis kuliner. Diana