Webinar US Grain Council tentang nilai gizi dan karakteristik nutrisi dari bahan baku pakan alternatif.
Webinar US Grain Council tentang nilai gizi dan karakteristik nutrisi dari bahan baku pakan alternatif.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – U.S Grain Council menyelenggarakan webinar mengenai nilai gizi sorgum dan jagung, serta karakteristik nutrisinya secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (18/5). Dalam acara ini pembahasan diarahkan pada spesies ternak khusus seperti bebek dan udang, serta untuk hewan peliharaan yang saat ini memiliki daya tarik tersendiri.
Prof. (Riset). Dr. Ir. Budi Tangendjaja, M.Sc.M.Appl selaku Regional Technical Consultant dari U.S Grains Council Asia Tenggara dan Oceania memaparkan materi mengenai nilai gizi dan karakteristik nutrisi dari sorgum dan jagung, serta perbandingannya dengan pakan alternatif lainnya untuk ternak bebek.
Menurutnya, dengan kondisi dunia yang kurang stabil akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina, industri peternakan menghadapi krisis pakan global. Kebutuhan diet unggas yang cukup kompleks, mewajibkan para pelaku industri perunggasan untuk terus mencari bahan pakan yang lebih efisien dan memberikan efek yang lebih baik.
“Ada beberapa cara untuk menanggulangi situasi ini, yaitu dengan mengurangi biaya produksi, utamanya pakan. Cara pertama adalah dengan menggunakan prinsip precise nutrition dimana nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan bebek. Untuk itu, perlu dilakukan peninjauan lebih lanjut mengenai kebutuhan nutrisi bebek itu sendiri,” terangnya.
Baca Juga: Perkembangan Teknologi Pakan dan Kebutuhan Nutrisi Broiler
Budi melanjutkan, cara lainnya adalah dengan mencari bahan pakan alternatif, seperti biji-bijian kering (DDGS), bungkil inti sawit, singkong, dan dedak padi. Selain itu, perlu memformulasikan rasio berdasarkan Digestible Nutrient, mengurangi kelebihan protein kasar (crude protein), pemberhentian penggunaan feed additive yang tidak memiliki fungsi signifikan, serta memproduksi pellet dengan kualitas tinggi juga dapat menjadi solusi.
Sementara itu, Louis Rens, selaku Senior Vice President Global Ingredient Sales dari Green Plains Inc., mengatakan bahwa Corn Fermented Protein (CFP) dan bahan baku pakan lainnya yang diproses dengan fermentasi memiliki beberapa keuntungan. Mulai dari memperbaiki kecernaan protein, meningkatkan jumlah peptida dan kecernaan energi, hingga mengurangi serat. Selain itu, berdasarkan penelitian dari Boceng et al. (2020), fermentasi bahan baku pakan juga dapat memperbaiki bobot, FCR, dan nilai nutrisi serta bioavaibilitas.
Sedangkan dari sisi hewan peliharaan, Dr. Greg Aldrich, selaku Research Associate Professor dari Kansas State University, mengatakan bahwa CFP memberikan hasil berupa kecernaan nutrisi yang baik pada anjing, akan tetapi penambahan CFP pada pakan hewan peliharaan perlu dibatasi karena kandungan seratnya. Greg juga menyampaikan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi manfaat dari komponen ragi yang ada pada CFP.