Sumber Gambar: unida.ac.id
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Himpromapet (Himpunan Profesi Mahasiswa Peternakan) yang ke-29, Universitas Djuanda Bogor (Unida) menggelar Webinar Nasional, dengan tema “Menghadirkan Protein Hewani pada Menu Keluarga Perdesaan”.
Acara yang diikuti oleh sekitar 300-an peserta tersebut diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Rabu (24/03).
Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si selaku Rektor Universitas Djuanda Bogor yang memberi sambutan sekaligus membuka acara tersebut menuturkan bahwa dengan terselenggaranya webinar ini bisa menambah wawasan khususnya untuk para mahasiswa, serta bisa memberikan gagasan baru terutama untuk kemajuan kesehatan masyarakat di desa.
“Saya sangat mengapresiasi kepada Himpromapet yang sudah menggelar acara ini. Saya rasa seminar aini sangat bagus, dan harapannya mahasiswa ini bisa mengimplementasikan dari gagasan yang sudah tercipta dari berbagai narasumber yang sudah hadir sehingga nantinya gagasan yang sudah ada ini benar-benar bisa dilakukan secara langsung di masyarakat, serta akan memunculkan kesehatan yang lebih baik untuk keluarga perdesaan,” tutur Dede.
Dalam seminar daring tersebut, Slamet Wuryadi, SP.,MP, yang merupakan Owner CV. Slamet Quail Farm yang menjadi salah satu narasumber mengatakan bahwa industri puyuh bisa menjadi salah satu peluang hebat bagi generasi milenial di pedesaan.
Baca Juga: Kapan Industri Ayam Dapat Berdaya Saing
Menurutnya, untuk saat ini saja peternak puyuh sudah bisa menghasilkan 10 juta telur puyuh per hari, dan diharapkan pada tahun 2024 nanti sudah bisa mencapai 10 kali lipatnya.
“Saya sangat optimis dengan puyuh kita bisa meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat kita. Terlebih jika kita melihat angka stunting Indonesia yang masih cukup tinggi yaitu diangka 30%, di mana itu berarti dari 10 bayi yang lahir terdapat 3 orang yang mengalami gizi buruk. Oleh karenanya dengan puyuh, dalam waktu 45 hari saya sudah mampu mengentaskan kemiskinan,” ungkap Slamet.
Sementara itu, pendapat yang sama juga disampaikan oleh Prof. Dr. HM Winugroho, M.Sc selaku Dosen di Universitas Djuanda Bogor. Menurutnya, desa merupakan cikal bakal majunya suatu negara. Oleh sebab itu, dari sini kita tahu bahwa betapa pentingnya mengelola desa ini dengan sebaik-baiknya.
“Mari kita bersama-sama memanfaatkan patriot desa, di mana desa ini merupakan kawah candradimuka milenial. Dengan universitas kita membangun desa dan dengan desa kita membangun bangsa,” ucap Winugroho.
Dalam seminar tersebut juga menghadirkan Markus susanto, SE.MH.ICC selaku CEO PT Maggot Indonesia Lestari dan Prof. Dr. Ir. Dewi Asri Astuti, M.S yang merupakan Guru Besar Universitas Djuanda Bogor.