Monumen di universitas jenderal soedirman (Sumber: akurat.co)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ternak Unggas di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (8/12).
Dalam kondisi yang masih pandemi, pengukuhan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal Zoom dan YouTube sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat umum.
Dalam orasi ilmiah yang berjudul “Manajemen Pemberian Pakan Fitogenik untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pengembangan Itik secara Berkelanjutan”, Elly menyebutkan bahwa daging dan telur, merupakan salah satu menu utama guna pemenuhan gizi keluarga, dikarenakan harganya terjangkau dan kandungan gizinya tinggi serta seimbang.
Selain berasal dari ayam, daging dan telur juga dihasilkan dari ternak itik. Indonesia mempunyai jenis itik lokal yang sangat tinggi keragaman dan produktivitasnya, namun secara umum itik betina ditujukan sebagai penghasil telur, sedangkan itik jantan dimanfaatkan sebagai penghasil daging.
Masih menurut Elly, genetik ternak yang baik tanpa didukung dengan manajemen pemeliharaan yang tepat dan pakan yang baik secara kualitas maupun kuantitas tidak akan menghasilkan produktivitas maksimal.
Baca Juga: Efek Penggunaan Azolla dan Enzim Selulase Terhadap Karkas dan Nilai Ekonomis Itik Kerinci
“Permasalahan utama yang dihadapi dalam pengembangan ternak itik di Indonesia antara lain adalah suhu lingkungan yang tinggi, pakan, dan kualitas produknya,” ujarnya.
Dalam mencari solusi akan permasalahan tersebut, Elly kemudian melakukan penelitian dengan memanfaatkan fitogenik yang sejauh ini banyak diaplikasikan oleh peternak itik umbaran terutama untuk mengurangi stres karena itik berjalan jauh dan saat menghadapi musim yang fluktuatif agar agar itik tetap bertelur, yaitu dengan cara dibuat jamu.
Mengutip peneliti sebelumnya, Elly menjelaskan bahwa fitogenik bersifat antioksidan, tidak beracun, bebas residu, memacu pertumbuhan, menjaga ketahanan tubuh, meningkatkan produktivitas ternak serta meningkatkan keamanan produk pangan asal ternak.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Elly, disimpulkan bahwa manajemen pemberian pakan imbuhan fitogenik dapat digunakan sebagai alternatif untuk mempertahankan kesehatan ternak dan meningkatkan imunitas sehingga ternak itik lebih adaptif terhadap iklim tropis di Indonesia.
Selain itu, manajemen pemberian pakan imbuhan fitogenik yang tepat mampu meningkatkan produktivitas dan menghasilkan kualitas daging ternak itik yang aman dan menyehatkan.
“Saya juga menyimpulkan bahwa pengembangan ternak itik dapat dilakukan di berbagai wilayah dengan memanfaatkan pakan imbuhan fitogenik yang tersedia dan mudah ditemukan di wilayah pengembangan,” tutupnya.