PT Farmsco Feed Indonesia menggelar “Farmsco E-Talk Part-29” dengan tema “Mengenal Teknologi Hatchery” yang bekerjasama dengan PT. Cahaya Technology Unggas secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan live pada Kanal YouTube “Farmsco Indonesia”, Selasa (31/5).
PT Farmsco Feed Indonesia menggelar “Farmsco E-Talk Part-29” dengan tema “Mengenal Teknologi Hatchery” yang bekerjasama dengan PT. Cahaya Technology Unggas secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan live pada Kanal YouTube “Farmsco Indonesia”, Selasa (31/5).
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Penetesan merupakan sebuah prakarsa produksi unggas ketika memulai usaha pemeliharaan. Penerapan teknologi penetasan dibutuhkan untuk meningkatkan persentase tetas, sehingga informasi terkini mengenai penetasan sangat dibutuhkan untuk meraih hasil produksi yang optimal.
Terkait hal tersebut, PT. Farmsco Feed Indonesia menggelar “Farmsco E-Talk Part-29” dengan tema “Mengenal Teknologi Hatchery” yang bekerjasama dengan PT. Cahaya Technology Unggas secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan live pada Kanal YouTube “Farmsco Indonesia”, Selasa (31/5).
Acara tersebut dihadiri oleh Ibrahim Aji Pane, S.Pt selaku Manager Hatchery PT. Technology Cahaya Unggas. Dalam kesempatannya, Ibrahim mengatakan bahwa terdapat beberapa cara atau teknologi untuk mengatasi masalah buruknya DOC yang sering dikeluhkan oleh peternak.
“Hatchery itu harus menerapkan egg grading dengan alat egg grader untuk menimbang uniformity HE (Hacthling Egg) agar DOC yang dihasilkan menjadi seragam. Kemudian ada juga yang namanya laser live untuk memisahkan telur infertil agar tidak masuk ke mesin tetas. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kontaminasi telur, yang nantinya explode (busuk) kepada telur yang sehat,” tutur Ibrahim.
Baca Juga: Indo Livestock Kembali Digelar, Optimis Membangkitkan Kembali Gairah Dunia Peternakan, Pertanian, & Perikanan
Kemudian, selain untuk menjaga keseragaman telur, penentuan kualitas sebuah telur HE juga didasari dari beberapa unsur lainnya. Ibrahim mengatakan, sebelum berada di hatchery, jarak tempuh pengangkutan dari breeding farm juga merupakan faktor penentuan kualitas HE. Kemudian ketika di hatchery, terdapat unsur lainnya untuk memperoleh DOC yang berkualitas.
Lokasi antara breeding farm dengan hatchery adalah faktor eksternal untuk menentukan kualitas HE. Sedangkan ketika di hatchery, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kelembapan, temperatur, ventilasi, sanitasi dan turning,” kata Ibrahim.