Banyaknya franky yang menjadi vektor penyakit Gumboro
Oleh: drh. Esti Dhamayanti
Keberadaan dari IBDV dalam peternakan termasuk yang membutuhkan waktu lama dan kerja keras untuk ditendang dari kandang. Menurut Müller et al. (2012), IBDV masih bersifat infeksius sekitar 122 hari dalam kandang ayam dan 52 hari pada pakan dan air. drh. Pradifta Ramdani menyarankan untuk melakukan persiapan kandang yang lebih baik lagi. Tambahan lainnya yang perlu dilakukan yaitu membasmi vektor mekanis seperti Franky. “Jadi jangan sampai terlalu berdekatan dengan waktu chick-in. Biasanya yang terjadwal yaitu dua minggu,” ujar alumni kedokteran hewan IPB University ini.
Kontrol IBD dalam kandang dengan menggunakan vaksin saat ini masih menjadi pilihan utama dibandingkan menggunakan metode pengapkiran ayam sakit serta kontrol pada flok lainnya yang lebih memakan biaya. Perlu diingat bahwa dalam upaya vaksinasi ini kemungkinan akan serjadinya kegagalan vaksinasi ini pasti ada, bahkan pada jadwal pengaplikasian vaksin yang ketat, mengingat sifat IBDV yang menurunkan sistem imun serta probabilitas untuk virus IBD berevolusi.
Baca Juga: Cara Pengendalian Penyakit Gumboro
Pada penanganan IBD, dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi sedini mungkin, sehingga efek immunosupresif yang ditimbulkan oleh IBDV dapat dicegah. Salah satunya dengan memberikan immunisasi pada parent stock. Dey et al. (2019) menyatakan bahwa dengan menggunakan vaksin inaktif dengan oil-adjuvant akan memacu respon imun serta memperpanjang antibodi maternal sampai dengan 3-5 minggu. Keberadaan dari antibodi maternal ini juga perlu diperhatikan terutama untuk waktu  vaksinasi, karena jika ayam berumur muda terlalu dini diberikan attenuated vaksin, maka akan terjadi netralisasi vaksin akibat masih tingginya kadar maternal antibodi pada tubuh anak ayam tersebut. Sebaliknya jika antibodi maternal dalam tubuh ayam rendah, maka telatnya waktu vaksinasi akan jadi malapetaka karena tubuh ayam tidak terproteksi. Vaksin juga dapat dilakukan pada saat di hatchery menggunakan tipe killed.
Prof. Daral Jackwood, Ph.D selaku ilmuwan dari Ohio State University dalam suatu wawancara dengan Poultry Health Today mengatakan bahwa saat ini pemberiaan antibiotik pada unggas tidak bisa semudah dahulu, di mana ketika IBDV sudah menyerang lalu menimbulkan immunosuppresi, kemungkinan akan infeksi akibat bakterial akan muncul, maka pemberian vaksinasi untuk mencegah terjadinya IBD haruslah tepat. Terapi supportive lainnya yang dapat diberikan pada kasus IBD yaitu pemberian multivitamin seperti vitamin A, C, D, dan E serta sorbitol. Keduanya berfungsi untuk memperbaiki sistem imun dan menambah tenaga pada ayam. *Wartawan Poultry Indonesia
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2020 dengan judul “Gumboro Penghancur Sistem Kekebalan Tubuh”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153