POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perubahan cuaca ternyata memberikan dampak yang signifikan bagi kalangan industriawan di bidang perunggasan. Saat ini, industri perunggasan terutama di sektor pemeliharaan tidak terlepas dari adanya pengaruh lingkungan yang berdampak pada kesehatan ayam. Tetelo atau Newcastle Desease (ND) adalah salah satu penyakit unggas yang sering menyerang pada awal pergantian musim maupun pada musim dingin.
Baca juga : Gumboro, Penyakit Imunosupresan yang Terus Menghantui
ND disebabkan oleh virus Avian paramyxovirus, penyakit ini cukup berbahaya karena berdampak pada penurunan produksi industri perunggasan. ND melakukan penyebaran lewat udara dan penyebarannya bisa sangat cepat apabila tidak ditangani dengan baik.
Melalui V-CONNECT yang merupakan sebuah platform digital pembelajaran dan sekaligus ajang untuk melebarkan jejaring di dunia industri peternakan, Vaksindo dan Agrinusa menyelenggarkan sebuah topik diskusi mengenai strategi dalam menghadapi dan melakukan pencegahan penyakit ND pada industri perunggasan. Acara tersebut berjudul “Effective Strategy for Newcastle Disease Challenge in Poultry farming” yang dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom pada tanggal 24 November 2021.
Acara tersebut mengulas mengenai dinamika penyebaran virus ND yang terdeteksi menjadi 2 bagian, yaitu ND gentop 7H dan I. Menurut drh. Haris Setiadi selaku Head of Animal Health Technical Agrinusa sekaligus pembicara pada acara tersebut menerangkan bahwa penyakit ND dapat menular melalui udara dan cepat sehingga jika tidak cepat ditangani terutama pada saat pencegahan, maka akan berdampak signifikan.
Newcastle Disease dapat menyerang unggas melalui udara, sehingga virus tersebut dapat menyebar dengan cepat,” ungkapnya.
Ia menerangkan bahwa pada saat unggas berada pada fase produksi, untuk mengetahui unggas tersebut mengalami infeksi cenderung susah, sehingga paling mudah untuk menangani hal tersebut adalah dilakukan pencegahan. Ia juga menambahkan bahwa cara mencegah dari penyakit ND pada unggas adalah dengan cara vaksinasi, pendisiplinan biosecurity, dan perbaikan manajemen pemeliharaan.
“Pada saat masa produksi, ayam cenderung tidak menampilkan gejala klinis, sehingga kita tidak mengetahui apakah ayam tersebut tengah tertular oleh penyakit ND atau tidak. Cara yang paling tepat untuk menangani hal tersebut adalah dilakukan pencegahan, seperti vaksinasi yang tepat, pendisiplinan biosecurity, dan penguatan manajemen pemeliharaan” ujarnya
Dalam sesi terakhirnya, drh. Haris Setiadi menjelaskan bahwa dalam penanganan ND tidak hanya melalui kegiatan vaksinasi. Menurutnya, semahal apapun vaksin yang digunakan dan sebaik apapun jenis vaksinnya, apabila perusahaan tersebut tidak menerapkan sistem biosecurity dan manajemen yang baik, maka tetap saja ayam akan mudah tertular berbagai macam penyakit.
“Semahal dan sebaik apapun vaksin yang digunakan, apabila perusahaan tidak menerapkan sistem biosecurity dan manajemen pemeliharaan yang baik, maka ayam akan tetap mudah terserang berbagai macam penyakit,” pungkasnya.