Kasus ND pada ayam
POULTRYINDONESIA, Jakarta-Manajemen penyakit, merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian khusus bagi peternak karena berhubungan secara langsung kepada keberhasilan proses budi daya. Salah satu, penyakit yang sangat diwaspadai adalah golongan penyakit pernapasan seperti Newcastle Disease (ND). Penularannya yang terbilang cepat, dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi peternak. Tingkat kerugian tersebut disebabkan oleh adanya penurunan produksi dan kematian unggas. Apabila pengawasan kesehatan dalam proses pemeliharaan cenderung lengah, maka risiko munculnya infeksi pada saluran pernapasan akan meningkat dan berimplikasi pada pertambahan berat badan harian yang tidak optimal. Melihat hal tersebut, Poultry Indonesia mengadakan Poultry TechniClass seri ke-3 dengan tema “Identifikasi dan Pengendalian Penyakit Newcastle Disease” melalui aplikasi Zoom, Minggu (18/9).
Baca juga : Proteksi Tepat untuk Cegah ND, EDS, dan IB pada Ayam Petelur
Dalam pemaparannya Prof. Dr. Drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University menyatakan bahwa ND banyak dijumpai pada ayam baik petelur maupun pedaging. Kasus klinis ND yang terjadi sangat mungkin disebabkan karena kegagalan ayam merespon vaksin, bisa disebabkan oleh ayam tidak bugar, ada imunosupresan (mikotoksin, IBD, cocci subklinik) serta kurang akurat penanganan dan pelaksanaan vaksinasi.
“Untuk itu, pakan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kebugaran dan kesehatan ayam. Selain itu, vaksinasi merupakan tindakan utama dalam pencegahan ND, yang tentu juga ditopang oleh bioskuriti yang memadai,” jelas Wayan.
Pada kesempatan yang sama, drh. Fauzi Iskandar selaku Veterinary Services Manager PT. Ceva Animal Health Indonesia menjelaskan bahwa terdapat beberapa masalah utama dalam vaksinasi ND yaitu intervensi kekebalan asal induk terhadap kerja vaksin ND konvensional, kualitas aplikasi vaksin dan adanya reaksi pasca vaksinasi (PVR). Dengan masalah yang sering dijumpai, Fauzi menyarankan penggunaan vectormune ND untuk pencegahan penyakit ini.
“Vectormune ND dapat menghindari intervensi kekebalan asal induk, memicu kekebalan humoral, mukosal dan berperantara sel. Kemudian memberikan perlindungan maksimal melawan semua genotip virus ND, serta perlindungannya lebih kuat dan cepat dari pada ND kill,” ungkapnya.
Fauzi meneruskan penggunaan vectormune ND dapat mengurangi shedding virus ND yang lebih kuat daripada ND kill, sehingga challenge ND dalam area tersebut akan jauh berkurang.