Dalam konsep segitiga produksi, aspek breeding, feeding dan management harus berjalan secara beriringan. Untuk itu, siasat yang tepat harus disusun oleh peternak mulai dari awal manajemen DOC.
Untuk memaksimalkan potensi genetik broiler modern, manajemen pemeliharaan yang tepat harus diterapkan mulai sejak dini. Beberapa titik kritis harus benar-benar ditangani dengan baik agar performa produksi bisa maksimal. Pada awal pemeliharaan, fokus perhatian sudah harus diberikan dalam pemilihan day old chick (DOC), persiapan kandang dan pemeliharaan yang tepat pada periode awal pemeliharaan.
Cermat Memilih DOC
Sebagaimana prinsip segitiga produksi yang menuntut keselarasan antara breeding, feeding, dan management, keberhasilan awal usaha perunggasan sangat dipengaruhi oleh ketelitian dalam memilih DOC. Kualitas DOC yang kurang baik kerap berujung pada performa produksi yang tidak optimal, bahkan meningkatkan angka kematian, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.
Di lapangan, para peternak yang baru memulai bisnis perunggasan seringkali abai dalam pemilihan kualitas DOC. Umumnya, mereka hanya mencoba-coba dan kerap kali mendapatkan masukan informasi yang kurang tepat. Selain itu juga masih ditemui beberapa peternak yang hanya mencari harga murah tanpa mengetahui kualitas sebenarnya dari DOC tersebut. Untuk itu, informasi merupakan hal pokok pertama yang harus dicari oleh para peternak sebelum memutuskan pilihan DOC yang hendak dibeli.
Dalam hal ini, informasi dapat ditanyakan kepada peternak yang sudah lebih lama terjun dalam usaha budi daya broiler maupun petugas penyuluh lapangan (PPL) apabila usahanya bersistem kemitraan.  Lebih lanjut, secara teori, DOC broiler yang berkualitas harus berasal dari induk yang sehat, memiliki berat minimal 35 gram, lincah, mata cerah, kaki kokoh, bulu halus dan kering,tidak cacat, bagian pusar bersih, dan tidak ada kotoran yang menempel di dubur DOC. Kemudian apabila mengacu pada SNI 01-4868.1:2013 tentang bibit niaga (final stock) umur sehari/kuri (day old chick) Bagian 1 tentang Ayam ras tipe pedaging maka terdapat 3 persyaratan mutu yang harus dipenuhi oleh DOC broiler yaitu persyaratan umum, persyaratan kualitatif, dan persyaratan kuantitatif.
Untuk persyaratan umum, DOC yang datang harus disertai dengan surat keterangan dari asal perusahaan pembibitan, dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan berwenang, berasal dari ayam indukan (parent stock) yang berumur 24-68 minggu dengan bobot telur tetas minimal 52 gram, terdapat informasi mengenai performa DOC (bobot badan, konsumsi, dan konversi pakan) berdasarkan umur per minggu, kesalahan sexing maksimum 2 % serta tingkat kematian DOC maksimal 2%.
Kemudian dalam dokumen SNI tersebut, juga dijelaskan bahwa untuk persyaratan kualitatif yang harus dipenuhi oleh DOC diantaranya mencangkup kondisi fisik sehat, kaki normal, berdiri tegak, paruh normal, segar, aktif, tidak dehidrasi, tidak ada kelainan bentuk/cacat fisik, perut tidak kembung, daerah sekitar pusar dan dubur kering, pusar tertutup, warna bulu seragam dan sesuai spesifikasi, serta kondisi bulu kering dan mengembang. Selanjutnya bobot DOC per ekor minimal 35 gram yang merupakan syarat kuantitatif standar SNI DOC.
Selain itu, peternak juga harus melakukan pengecekan, bisa dilakukan keseluruhan atau sampling terhadap DOC yang akan datang. Selain memastikan DOC telah sesuai dengan standar di atas, hal ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya gejala omphalitis pada DOC. Dimana omphalitis adalah inflamasi pada pangkal tali pusar yang ditandai dengan eritema, edema, dan eksudat purulen pada umbilikus. Omphalitis dapat mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan pada usaha peternakan ayam karena dapat menurunkan produktivitas hingga dapat menyebabkan kematian DOC pada minggu pertama pemeliharaan. Biasanya apabila terjadi gejala omphalitis, maka akan dilakukan culling pada DOC tersebut.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com

Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.