Oleh : Ray Sandy Mahesaputra, S.Pt.*
Dewasa ini, tantangan usaha budi daya perunggasan kian bervariasi. Mulai dari kondisi global, nasional hingga lokal saling bertaut dan mengkristal menjadi sebuah batu besar yang harus peternak lompati. Mulai dari ancaman krisis pangan, memanasnya kondisi geopolitik, perubahan iklim, hingga supply demand produk perunggasan nasional yang belum menemui titik keseimbangan, silih berganti menjadi pemberitaan di berbagai media. Dengan kondisi ini, tentu peternak harus mulai mengevaluasi dan berbenah diri, bagaimana melakukan usaha seefisien mungkin dalam semua lini usahanya.

Recording merupakan sebuah alat yang memudahkan peternak dalam proses pemeliharaan baik sebagai kontrol maupun acuan dalam mengevaluasi performa produksi ternaknya.

Untuk mengukur tingkat efisiensi produksi pada usaha budi daya (on farm), maka peternak membutuhkan berbagai data kegiatan pemeliharaan sehari-hari di kandang. Proses pencatatan ini umum dikenal dengan istilah recording pemeliharaan. Recording merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat peternak lakukan untuk mendokumentasikan aktivitas dan kondisi ayam setiap harinya selama periode pemeliharaan.
Terkadang masih dijumpai, golongan peternak yang tidak mempunyai data recording lengkap atau bahkan masih beranggapan bahwa recording merupakan sesuatu yang tidak begitu penting. Mindset seperti ini tentunya perlu diluruskan.  Pasalnya demi mencapai efisiensi pemeliharaan, banyak sekali faktor yang dapat memengaruhi, seperti day old chick (DOC), pakan, lingkungan, manajemen kesehatan dan manajemen pemeliharaan lainnya. Maka dari itu, untuk mengukur tingkat keberhasilan yang hendak dicapai, maka peternak membutuhkan recording pemeliharaan sehari-hari.
Recording menjadi sebuah elemen penting dari manajemen budi daya, termasuk pada layer. Pasalnya tanpa catatan tertulis, peternak harus bergantung pada ingatan, sembari harus membuat keputusan mengenai praktik peternakannya. Tetapi, ingatan manusia akan cepat hilang dan bisa menjadi tidak dapat diandalkan setelah beberapa hari, bulan atau tahun. Untuk itu, data recording yang baik dapat dijadikan bahan evaluasi baik untuk periode pemeliharaan yang sedang berlangsung maupun untuk menentukan langkah terkait periode pemeliharaan selanjutnya.
Prinsipnya recording pemeliharaan berisi semua catatan terkait performa produksi, aktivitas, dan kondisi ayam maupun lingkungan kandang selama periode pemeliharaan berlangsung. Pelaksanaan recording yang umum dilakukan yaitu dengan melakukan pencatatan manual pada form recording yang ditinggal di area kandang. Namun dengan perkembangan teknologi, beberapa peternak telah melakukan inovasi digitalisasi recording dengan pencatatan melalui microsoft excel atau spreadsheet, bahkan juga ada yang telah menggunakan aplikasi khusus yang dirancang untuk recording pemeliharaan.
Kemudian, dalam recording pemeliharaan biasanya mencakup beberapa data seperti populasi ternak, deplesi baik karena kematian, culling maupun hilang, performa produksi, kondisi lingkungan hingga manajemen kesehatan. Untuk performa produksi layer biasanya meliputi bobot badan, keseragaman (uniformity), produksi telur (hen day) dan berat telur. Semua informasi performa tersebut akan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga dapat menjadi bahan pembanding dan evaluasi. Kemudian untuk lingkungan, indikator suhu dan kelembapan menjadi item yang selalu ada. Selanjutnya, dalam recording manajemen kesehatan berisi tentang riwayat penyakit dan pemberian atau perlakuan apa yang telah dilakukan. *Technical Sales Support PT New Hope Indonesia
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2022. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, sila mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153