Penandatanganan nota kesepahaman antara ASPM dan Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah
POULTRYINDONESIA, Bogor – Untuk menghasilkan budi daya unggas yang efisien, dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT. ASputra Perkasa Makmur kembali mengembangkan kerja sama melalui kolaborasi dengan salah satu pesantren tersohor yaitu Yayasan Pesantren Darul Fallah Bogor yang berlokasi di Jl. Raya Cinangneng No.KM. 12, Benteng, Kec. Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8).
Dengan mengedepankan konsep ekonomi berbagi, melalui program Paranje5000, ASPM mendukung penuh yayasan pendidikan yang ingin mengembangkan pengetahuan, dan wawasan di bidang usaha industri perunggasan. Melalui program ini, yayasan pendidikan juga diharapkan dapat memberi peluang bagi para calon peternak untuk turut serta mengembangkan industri perunggasan tanah air.
Penandatanganan nota kesepahaman antara ASPM dan Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah di wakili oleh Nabia Nurhamdani, selaku EVP Poultry Operations ASPM dan KH. Abdul Hanan Abbas, LC selaku Ketua Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah. Kegiatan ini berlangsung di lokasi Pesantren yaitu Bogor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara ini dihadiri oleh pengurus besar Darul Fallah serta jajaran manajemen ASPM.
Dalam sambutannya, Nabia Nurhamdani berharap dapat meningkatkan minat wirausaha para santri, sehingga ketika lulus dari pesantren para santri bisa mandiri di daerah masing-masing.
”Konsep peternakan modern ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menghasilkan mitra-mitra potensial. Kerja sama ini diyakini karena adanya bekal keimanan dan ketaqwaan yang dipupuk di pesantren. Dengan lahan tanah wakaf seluas 26,6 Ha, yayasan ini memiliki berbagai fasilitas yang cukup untuk sarana pendidikan agama dan keterampilan berwirausaha terutama di bidang pertanian,” ungkapnya.
Baca Juga: Paranje Kemitraan dengan Konsep Meminjamkan Kandang Closed House
Lebih lanjut, Nabia menerangkan bahwa Yayasan Pesantren Darul Fallah memiliki konsep yang cukup mulia, yaitu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan misi ASPM, yaitu untuk memberdayakan peternak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memaksimalkan produktivitas dan efisiensi rantai usaha penyediaan kebutuhan bahan pangan Nasional.
Selanjutnya dalam acara yang sama, KH. Abdul Hanan Abbas mengungkapkan bahwa Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah memiliki misi untuk mendidik para pemuda dari seluruh penjuru tanah air di bidang pertanian yang berteknologi, termasuk budidaya unggas.
“Unit usaha unggas ini diharapkan selain akan menjadi sumber pendanaan bagi pesantren juga menjadi “teaching farm” bagi para santri dan masyarakat, sekaligus menjadi pelopor budi daya unggas yang mengadopsi teknologi dang dapat diajarkan kepada para santri serta disebarluaskan kepada pesantren lain maupun masyarakat umum,” tambahnya.
Rifqi Ardliansyah, selaku EVP Business Operations ASPM, menjelaskan antusias program Kemitraan Paranjê saat ini di masyarakat sangat tinggi. Rifqi menginformasikan bahwa saat ini sudah terdapat sebanyak 96 mitra Paranjê yang telah bermitra dengan ASPM.
”Banyaknya permintaan untuk pembukaan program Kemitraan Paranje membuat kami semakin giat untuk menyelesaikan pengembangan di wilayah Jawa Barat, sehingga kami dapat melakukan pengembangan di luar Jawa Barat dan daerah lainnya,” pungkasnya.